Khotbah Perjanjian Baru

Tetap Setia di Saat Kritis

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, jelas sekali ayat-ayat ini berbicara mengenai kesetiaan. Namun, kalau kita memperhatikan sekarang ini nampaknya yang namanya kesetiaan itu begitu langka. Dalam kenyataannya banyak orang tidak setia. Betul, Saudara? Yang jadi pertanyaan, mengapa sekarang ini semakin banyak orang menjalani hidupnya dengan tidak setia?

Lama saya memikirkan pertanyaan itu dan saya mendapati jawaban ini. Seorang pria itu menjadi tidak setia karena sebelum menikah, wanitanya cantik, seksi, gitu ya… tetapi setelah menikah sang wanita tidak lagi cantik dan seksi, jadi gemuk, Saudara. Tidak langsing, tapi langsung. Katanya begitu. Sebaliknya, wanita menjadi tidak setia karena sebelum menikah laki-lakinya gagah, ganteng, keren… tetapi setelah menikah (rambut kepalanya) mbrodholi kabeh (semua rontok). Iya, saya ndak tahu, ya… kalau ini pitik (ayam), ya… bisa jadi ditotoli (dipatoki) sama babone (induknya). Saudara boleh percaya atau tidak tapi ini pitik lho, ya, Saudara. Ingat ini ayam. Tapi bisa jadi kita juga mencontoh perilaku ayam ini.

Sekarang, mari kita coba mengerti apa yang dinamakan dengan setia ini.

Ada yang mengatakan bahwa setia itu adalah hati yang tidak mendua sampai akhir hidupnya. Orang Jawa mengatakan seperti suami dan istri yang setia sampai kaken-ninen. Namun, ada satu hal yang sangat penting, yang perlu kita pahami, terutama di dalam kehidupan keluarga.

1 thought on “Tetap Setia di Saat Kritis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *