Keberanian Maria itu menginspirasi kita. Keberanian Maria ini juga memberikan kekuatan kepada kita. Karena keberaniannya, Maria justru bisa bertahan sekalipun ia harus menghadapi situasi sangat sulit. Dan, berkat keberanian Maria inilah kita menyaksikan keajaiban di tengah-tengah krisis hidup. Saya kira ini juga berlaku bagi Saudara dan saya. Amin? Itu yang pertama Saudara.
Yang kedua, Maria menunjukkan kesetiaannya kepada Allah dengan kepercayaannya yang begitu teguh.
Ia percaya sepenuhnya oleh apa yang disampaikan malaikat Gabriel. Mari kita pikirkan satu pertanyaan ini: hamil tanpa bersetubuh? Hamil tanpa benih seorang laki-laki? Mungkin atau tidak, Saudara? Tidak mungkin! Mustahil! Sekalipun Maria menjelaskan secara jujur dan berulang-ulang, siapa yang mau percaya? Mana ada wanita hamil tanpa benih seorang laki-laki? Dari dulu sampai sekarang pun belum ada. Dunia tidak akan percaya. Dunia tidak akan mengakui. Saudara… ini kesulitan kedua yang dihadapi Maria. Coba, Saudara bayangkan seandainya Yusuf bertanya kepada Maria, “Kamu hamil sama siapa?” Saat Maria mengatakan, “Aku mengandung karena Roh Kudus.” Kira-kira Yusuf percaya atau tidak, Saudara? Pasti tidak percaya! Seandainya orang tua Maria juga bertanya… orang-orang di sekeliling Maria juga bertanya, ‘kamu hamil sama siapa?’, lalu Maria menjawab, ‘tidak sama siapa-siapa’… orang-orang itu pasti akan mengatakan, “Tidak mungkin!”
bagus sekali artikelnya, thanks..