Khotbah Perjanjian Baru

Hidup dalam Roh Kudus

Memilih Hidup dalam Roh (Roma 8:1-11)

oleh : Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

 

8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan dagingyang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, 8:4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. 8:8Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. 8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu

 

Di dekat jendela mobil saya selalu tersedia uang receh.  Bukan saja untuk membayar parkir, tetapi juga untuk memberi kepada orang yang meminta-minta.  Sampai suatu kali, di harian Jawa Pos/Indo Pos, ditampilkan profil seseorang sukses dalam profesinya, dengan gambar besar seorang pria muda memakai jeans dan semi jas, berdiri di depan sebuah Honda CRV terbaru.  Wajah pria muda itu ditutup dengan caping sehingga tidak terlihat.  Pria itu punya penghasilan Rp 8 juta  s/d Rp 10 juta per bulan, walau hanya tamat sekolah dasar.  Pekerjaannya?  Pengemis.  Pengemis dengan 40-an anak buah yang tersebar di Surabaya.  Bayangkan, pengemis saja punya Honda CRV terbaru, sedangkan saya saja Toyota Avanza, itu pun kendaraan dinas gereja.  Sejak membaca artikel itu, saya sangat selektif lagi memberi kepada pengemis di jalan.  Saya kecewa dan merasa tertipu.  Identitas sih pengemis, tetapi perilaku orang kaya.

Ketidaksesuaikan antara identitas dan perilaku memang sering kali mengecewakan.

Identitas boleh saja anggota dewan, perilaku korupsi. Identitas mungkin sebagai suami dan kepala rumah tangga, tetapi perilaku bak buaya, selingkuh jalan terus. Mungkin identitas sebagai istri, ibu rumah tangga, tetapi perilaku seperti anak baru gede (ABG) yang gonta-ganti pacar, secepat gonta-ganti nomor HP.  Ini sekadar contoh dan fakta yang kita temui setiap hari di lingkungan sosial kita. Berbagai kabar mengecewakan itu menjadi konsumsi kita lewat koran-koran setiap harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *