Khotbah Perjanjian Lama

Mawar Berduri

Mawar Berduri (Kidung Agung 1:15 – 2:2)

oleh Andy Kirana

 

1:5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma. 1:6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga. 1:7Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembaradekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu? 1:8 –Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala. 1:9 –Dengan kuda betina dari pada kereta-kereta Firaun kuumpamakan engkau, manisku. 1:10 Moleklah pipimu di tengah perhiasan-perhiasan dan lehermu di tengah kalung-kalung. 1:11 Kami akan membuat bagimu perhiasan-perhiasan emas dengan manik-manik perak. 1:12 –Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku. 1:13 Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku. 1:14 Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar di kebun-kebun anggur En-Gedi. 1:15 –Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu. 1:16 –Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita. 1:17 Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita.

 

Shalom! Puji Tuhan saat ini saya boleh bersama-sama dengan Saudara-saudara semua menikmati berkat anugerah Tuhan Yesus Kristus.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Hari ini saya ingin membagikan satu tema yang unik. Firman Tuhan yang akan kita renungkan bersama ini saya beri tema Mawar Berduri. Ya, betul… Mawar Berduri. Nanti kita akan belajar bagaimana kasih Allah yang seimbang secara sempurna itu ada di dalam kehidupan kita. Saya undang Saudara untuk membuka Kitab Kidung Agung pasal 1 ayat 15 sampai pasal 2 ayat 2.

Kitab Kidung Agung merupakan simbolisme yang indah tentang anugerah penebusan Allah kepada umat manusia.

Suatu kidung cinta, kisah romantis yang indah dalam bentuk puisi. Ini merupakan suatu percakapan cinta, percakapan yang mesra antara mempelai laki-laki dan mempelai perempuan. Mari kita baca seakan kita berhadapan dengan sang kekasih kita. Laki-laki akan membaca bagian laki-laki sedangkan perempuan akan membaca bagian perempuan. Baik, mari kita akan mulai dari yang laki-laki.

Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu.

Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita. Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita.

Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah.

Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *