Khotbah Perjanjian Baru

Keluarga yang Bertumbuh dan Bertambah Kuat

Keluarga yang Bertumbuh dan Bertambah Kuat (Matius 19:5-6)

oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

 

Seorang istri tengah memasak makan malam bagi suaminya. Ia meminta anaknya untuk menelepon nomor sang suami. Anaknya yang baru berusia sembilan tahun itu pun segera memencet nomor telepon seluler ayahnya dari ruang keluarga. Sang ibu berteriak dari dapur, “Sudah telepon ayahmu, Nak?” Sang anak menyahut, “Sudah tiga kali, Bu. Tapi, yang bicara selalu perempuan dan bukan Ayah!” Sang istri pun langsung naik darah, teringat pengalaman buruk di masa lalu.

Beberapa saat kemudian, sang suami pulang. Tanpa banyak bicara, sang istri segera mencecar suaminya dengan tuduhan perselingkuhan dan bahkan mengusirnya keluar dari rumah. Tentu saja sang suami kaget dan menanyakan apa yang terjadi. Sang istri mengatakan bahwa anak mereka telah menelepon dan yang mengangkat telepon adalah seorang perempuan. Suaminya menggeleng-gelengkan kepala. Dengan emosi tinggi sang istri memanggil anak mereka dan bertanya, “Tadi kamu menelepon nomor HP ayahmu tiga kali, dan yang menjawab perempuan yang sama, khan?” Dengan gemetaran si anak mengiyakan. “Nak, katakan kepada Ayah apa yang dikatakan perempuan itu,” tanya sang ayah penasaran. “Hm … perempuan di telepon itu bilang kalimat yang sama terus, ‘Nomor telepon yang Anda hubungi sedang berada di luar service area. Cobalah beberapa saat lagi,’” jawab polos sang anak.

Masalah muncul dalam kehidupan pernikahan dan keluarga ketika kita hanya memperhatikan perasaan dan pemikiran kita. Masalah muncul ketika kita tidak mau memperhatikan perasaan dan pemikiran pasangan atau anggota keluarga kita. Kehidupan pernikahan yang direncanakan oleh Allah untuk menjadi surga di bumi, bisa menjadi neraka di bumi. Saya rasa kita tidak menghendaki hal yang seperti ini, bukan?

Saya rasa kita menginginkan sebuah kehidupan pernikahan dan keluarga yang berlangsung untuk selamanya sampai maut memisahkan, bukan? Kita tentu tidak menginginkan keluarga yang hanya bertahan namun penuh penderitaan. Kita pasti menginginkan keluarga yang seperti pohon yang makin berakar kuat, bertumbuh sehat, dan berbuah lebat. Itulah keinginan yang juga kita ucapkan ketika berlangsung ibadah pemberkatan nikah. Dalam perjalanan kehidupan pernikahan, ternyata memelihara kehidupan pernikahan agar langgeng tidaklah mudah. Marilah kita mendengarkan firman Tuhan yang mengajarkan kepada kita dua rahasia agar penikahan dan keluarga kita berakar makin kuat, bertumbuh sehat, dan berbuat lebat.

 

Memahami Rancangan Allah bagi Keluarga

Rahasia pertama: Pernikahan dan keluarga akan berakar makin kuat, bertumbuh sehat, dan berbuah lebat ketika setiap anggota keluarga menyadari bahwa mereka adalah bagian dari rancangan Allah untuk melaksanakan karya-Nya bagi dunia ini.

Salah satu tugas saya sebagai pendeta adalah melakukan konseling pernikahan. Salah satu pertanyaan yang pasti saya tanyakan adalah: mengapa Anda berdua ingin menikah? Ada banyak jawaban yang saya dengar: “Saya sudah merasa cocok dengannya,” “Saya ingin menjalani sisa hidup saya bersamanya,” “Saya ingin mengalami kebahagiaan bersamanya.” Keinginan standar orang yang memasuki pernikahan adalah mengalami kebahagiaan. Tentu saja hal ini tidak salah. Hanya belum lengkap atau utuh. Mengapa belum lengkap atau belum utuh? Karena ini baru berbicara tentang tujuan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *