Apakah pelajaran yang kita peroleh dari pengalaman-pengalaman menunggu ini? Pertama, bahwa Allah yang berjanji itu setia, walaupun kita tidak setia. “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya” (2Timotius 2:13). Kedua, nampaknya berlambatan menurut waktu kita, namun tidak bagi Allah. Karena “di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” (2Petrus 3:8). Ukuran waktu bagi Allah adalah kekal. Ketiga, kita harus menunggu dengan sabar dan setia.
— Khotbah Topikal —
Khotbah Adven: Menunggu
December 14, 2020