Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tinggal di Sotoh Rumah

Rumah bukan tempat untuk bertengkar atau berselisih paham. Rumah bukan sarana untuk menyediakan kekerasan dalam rumah tangga. Rumah adalah tempat damai sejahtera Allah diselami oleh seluruh anggota keluarga. Amsal memakai simbol perempuan yang dianggap sebagai kaum yang lebih banyak berbicara daripada kaum pria. Intinya, jika ada orang yang suka bertengkar di rumah, maka lebih baik tinggal di sudut sotoh rumah. “Sotoh rumah” adalah atap rumah yang ada di luar, di atas genting. Orang Jawa menyebutnya sebagai wuwungan. Di atas rumah dan paling sudut, yang artinya tempat yang paling sepi, sunyi, dan tidak ada orang yang mau tinggal di sana. Jadikan rumah sebagai tempat persahabatan. Pengalaman damai sejahtera itu terjadi setiap hari bagi semua orang yang berada di dalam rumah. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, jadikan aku orang yang terus mawas diri dengan mengintrospeksi diri apakah aku ini orang yang suka bertengkar, pemicu pertengkaran, atau pendamai dan tidak suka dengan keributan. Jadikan aku orang yang menjadi saluran berkat, pendamai, dan bisa membawa suasana aman dan nyaman di dalam rumahku.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja agar dapat terus membina semua anggota jemaat dalam menjalani kehidupan keluarga dengan baik. Rumah yang dibangun biarlah bukan rumah secara material yang bahkan menguraikan kemegahan dan kemewahan namun di dalamnya penuh air mata. Tolonglah kami untuk dapat memperlengkapi anggota jemaat dengan baik sehingga rumah itu menjadi tempat terjadinya pengalaman kasih yang bertumbuh semakin dewasa. Kasih yang dapat dirasakan semua anggota keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *