Majalah Reader’s Digest, Oktober 1992, memberikan sebuah penggambaran yang menarik. Tatkala kita tidak senang kepada seseorang, maka sikap kecil seperti gaya memegang sendok dan garpu waktu ia makan pun sudah sangat menjengkelkan kita. Namun, bila kita menyukai orang tersebut, meski saat makan piringnya terbalik dan makanannya tumpah mengenai kita, kita tetap tidak marah atau heran.
Setiap orang hanya bertanggung jawab pada proses damai dari sudut dirinya sendiri, dan jangan sekali-kali memakai sikap pihak lain yang memusuhi kita sebagai dalih bagi kita untuk merespons mereka dengan sikap permusuhan pula. Adapun kewajiban kita adalah hidup berdamai sekalipun keadaan sekeliling memperlakukan kita dengan tidak damai. Bila mereka hidup dengan sikap tidak damai, itu adalah persoalan mereka.