Khotbah Perjanjian Baru

Jangan Sampai Tersisihkan

“Sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh” (Ibrani 12:13b). Kata “pincang” di sini bisa diaplikasikan pada orang Kristen yang lemah, yang mudah tersesat. Saudara seiman kita yang lemah pasti akan sangat mudah sekali terluka karena contoh kita yang buruk. Dalam LXX (Septuaginta: terjemahan Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani) untuk 1 Raja-raja 18:21 dipakai kata yang sama artinya dengan 12:13b ini. Di situ Elia diperhadapkan pada bangsa Israel yang pincang dan bimbang untuk memberikan respons positif mereka: memilih untuk percaya kepada Allah atau Baal. Kepada kita, penulis kitab Ibrani memperingatkan tentang adanya bahaya bagi orang Kristen yang bimbang, yang meragukan Injil dan melemahkan kelanjutan perjalanannya mengiring Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *