Khotbah Perjanjian Baru

Jangan Sampai Tersisihkan

Memang kemudian kita melihat betapa Esau sadar bahwa ia kehilangan semua berkat karena kerakusannya, bahkan sekalipun ia sudah memintanya dengan cucuran air mata. Tetapi yang kita temukan pada dirinya hanyalah sebuah “regret but not repent”. Kerakusannya menyebabkannya kehilangan segala berkat Tuhan, sehingga untuk seterusnya ia hidup di luar anugerah Tuhan yang berkelimpahan itu. Ini juga merupakan suatu peringatan bagi kita.

KESIMPULAN

Dalam melangkah pada jalan persembahan kita ini, ada yang sedang menempuhnya selama 1, 2, 3, 4, atau 5 tahun, bahkan tidak sedikit pula yang sudah lebih dari sepuluh tahun. Bagaimana caranya supaya langkah kita semakin mantap dan tegap? Jalan persembahan kita bukanlah berjalan santai, melainkan suatu perlombaan lari yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita mengingat 3K: Kontinuitas berlari pada lintasan lari kita; Ketekunan untuk hidup berdamai dengan semua orang dan bertekun pula untuk hidup kudus di hadapan Tuhan; sambil menjaga Kewaspadaan yang tinggi terhadap bahaya tersisihnya kita dari kasih karunia Allah, bahaya bertumbuh menjadi akar pahit, dan bahaya kerakusan yang akan menjauhkan kita dari segala berkat Tuhan yang berlimpah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *