Saya pribadi percaya bahwa penulis kitab Ibrani berbicara tentang damai dan kekudusan ini secara praktis. Di dalam Kristus, secara status, orang Kristen sudah berada dalam kondisi yang damai dan kudus, namun secara praktis, orang Kristen masih belum terlepas dari urusan besar yang harus dilaksanakan. Kita telah diperdamaikan dengan Allah, maka hendaklah kita menjadi pendamai atau peacemaker. Kita telah diperhitungkan “kudus”, maka kita wajib untuk menghidupi kekudusan itu. Praktik hidup kita hendaknya sepadan dengan status kita. Bila tidak, jangan heran bila Anda akan mendengar ungkapan, “Mengapa engkau tidak mempraktikkan apa yang engkau nasihatkan? Jikalau engkau tidak hidup seperti yang Kristus katakan, mengapa saya harus menerima Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan saya?”
Jangan Sampai Tersisihkan
January 6, 2018