Esau tidak saja imoral, tetapi juga meremehkan Allah. Ia tidak beretika dan juga tidak beriman. Ia tidak menghargai hal yang baik, benar, dan ilahi. Sebaliknya, ia bersikap sangat duniawi, sangat sekuler. Orang Kristen, hamba Tuhan seperti saya dan Anda harus waspada adanya Esau atau menjadi Esau yang akan mengontaminasi tubuh Kristus di mana pun berada.
Yakub, saudara Esau, memang bukanlah contoh dalam hal etika dan integritas bagi kita, tetapi ketulusan hati untuk menghargai hal-hal yang ilahi, hak kesulungan tampak begitu penting bagi dirinya. Tentu saja tidak dan sama sekali tidak dibenarkan bahwa ia berusaha merebutnya dengan tipu daya. Namun di balik itu, pada dasarnya yang terlihat dalam hatinya adalah suatu ketergantungan diri pada Allah, sedangkan Esau bergantung hanya pada dirinya sendiri.