Renungan Berjalan bersama Tuhan

Air Susu Dibalas Air Tuba

Air Susu Dibalas Air Tuba

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan, kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya” (Amsal 17:13)

Dalam hidupnya, seseorang bisa mengalami apa pun, entah mengalami kebaikan atau masalah yang tidak baik, yakni ketika kebenaran diputarbalikkan dan tidak ada lagi keadilan. Sikap-sikap itu bisa menimpa siapa pun, baik itu keluarga dekat, keluarga inti, juga bisa menerpa persahabatan yang sudah lama dibina, bahkan lebih mengerikan lagi ketika ketidakadilan terjadi dalam relasi suami istri, orangtua anak, antarsaudara dan famili. Kalau orang-orang yang terdekat dengan kita pun bisa mengalami ketidakadilan, terlebih lagi orang-orang di luar keluarga, seperti teman, rekan bisnis, dan sebagainya.

Kitab Amsal menengarai adanya sikap yang sangat kontradiktif ketika kebaikan dibalas dengan kejahatan. Kelihatannya tidak masuk akal ketika seseorang yang sudah berbuat baik, memberikan perhatian dan pertolongan, bahkan ada yang rela berkorban untuk mengasihi orang lain, namun mereka justru dibalas dengan kejahatan. Sangat menyakitkan karena mereka membalas semua kebaikan itu dengan kejahatan. Atau Anda pernah mengalaminya sendiri dalam menjalin relasi dengan orang lain. Tidak terbayangkan sama sekali bahwa kebaikan bisa dibalas dengan kejahatan.

Bila hal itu yang terjadi, maka pasti ada beberapa motivasi di balik semua itu. Pertama, memang hal itu sengaja dilakukan. Sebagai contoh, ada seseorang yang mengalami kesulitan, lalu minta bantuan. Setelah ditolong, ia dengan sengaja tidak mau menyelesaikan hal-hal yang selanjutnya berkenaan dengan bantuan itu dengan baik. Ini memang dilakukan dengan sengaja dan sudah direncanakan dengan baik. Jika hal ini yang terjadi, maka orang tersebut sebenarnya sudah melakukan penipuan. Kedua, karena kondisi dan situasi yang tidak menunjang. Pada saat mengalami kesulitan, ia memohon bantuan. Setelah dibantu, ia membalas dengan hal-hal yang tidak baik. Hal ini dilakukan karena ia mungkin tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Justru  bantuan itu ternyata menambah beban dalam hidupnya. ia kemudian melakukan hal-hal yang menyakitkan, entah dengan melontarkan kata-kata kasar atau sama sekali tidak mau bertemu. Sikap ini dilakukan karena keadaan yang tidak menunjang. Ketiga, karena ketamakannya, ia rela menjual sahabatnya, bahkan gurunya, demi uang yang diperolehnya. Orang yang demikian adalah pengkhianat, dan ini dialami oleh Yudas Iskariot.

Semua kebaikan yang kita terima seharusnya kita balas dengan kebaikan pula, bukan dengan kejahatan, karena kejahatan dapat memberikan dampak yang tidak baik. Amsal mengatakan bahwa jika kebaikan dibalas dengan kejahatan, maka kejahatan itu akan melekat di rumahnya. Artinya, orang itu akan terjebak dalam kejahatan dan mati dengan kejahatannya. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku sadar bahwa realitas dalam dunia ini membuatku banyak menghadapi orang-orang yang berlaku sangat kejam. Mereka membalas segala kebaikan dengan kejahatan, bahkan orang yang melakukan kejahatan itu pun tidak merasa bersalah. Tuhan, tolonglah aku supaya tidak terjebak dengan sikap yang demikian.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja untuk terus mengingatkan seluruh anggota jemaat agar berhati-hati ketika terjungkal dalam dunia kerja. Gereja selalu diperhadapkan dengan kekejaman dan ketidakadilan yang mengatakan bahwa kebaikan dibalas dengan kejahatan itu merupakan hal yang lumrah. Tolonglah kami sebagai gereja agar terus memperlengkapi anggota jemaat untuk senantiasa takut akan Tuhan. Jadikan kami sebagai gereja yang membawa perdamaian, yang membalas kejahatan dengan kebaikan dan kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *