Renungan Berjalan bersama Tuhan

Bangga Menjadi Anak Allah

Bangga Menjadi Anak Allah

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Yohanes 1:1-13

Dunia anak selalu membawa suasana yang menyenangkan dan lucu. Hari Minggu siang, seusai kebaktian anak, anak-anak menanti orangtua mereka yang masih mengikuti ibadah. Ada yang lari ke sana kemari, ada yang duduk sambil menceritakan pengalaman mereka. Sekelompok anak sangat asyik menceritakan ayah mereka masing-masing. “Kamu tahu, ayahku itu orang yang sangat dibutuhkan oleh orang banyak.” Langsung temannya menyahut, “Apa sih pekerjaan ayahmu?” Dengan bangga Andi menyahut, “Ayahku seorang dokter spesialis. Tiap hari sebelum praktik, ia sudah ditunggu oleh orang banyak.” Lalu, Sony menyahut dengan cepat, “Kalau ayahku juga dibutuhkan banyak orang.

Semua orang berbondong-bondong pergi ke ayahku.” “Apa pekerjaan ayahmu?” sahut Edi. “Kamu mau tahu, ayahku seorang pedagang beras. Bukankah beras itu dibutuhkan orang banyak? Bayangkan kalau di rumah kita tidak ada beras, kita bisa mati karena tidak bisa makan” Tidak mau kalah John langsung menyambung, “Ayahku itu selalu didengar oleh orang-banyak.” Teman-temannya serempak berkata, “Kami tahu, ayahmu pasti seorang pendeta.” Ia menjawab, “Betul! Banyak orang mendengarkan ayahku saat ia berkhotbah.” Seorang yang lain berkata, “Kalau begitu sama dong dengan papaku. Papa seorang guru dan dosen. Muridnya banyak sampai ratusan, banyak yang berasal dari luar Pulau Jawa.” Lagi-lagi ada yang tidak mau kalah, Budi berkata, “Ayahku itu selalu disenangi orang karena kehadirannya selalu memberikan penghiburan. Ayahku seorang penyanyi. Suaranya bagus sekali. Pada saat menyanyikan sebuah lagu, semua orang mendengarkannya dengan penuh sukacita.”

Itulah obrolan anak-anak setelah mereka mengikuti kebaktian. Menarik juga, mereka begitu kompak. Semua anak merasa begitu bangga sekali dengan ayahnya. Mereka merasakan bahwa ayahnya bisa mempunyai peran banyak dalam bermasyarakat, mereka bangga kalau ayahnya bisa mempunyai pengaruh yang baik bagi orang banyak. Bukankah kita juga demikian? Bukankah kita juga bangga sebagai anak-anak Allah? Kita semua sudah menjadi anak-anak Allah. Barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus, mengakui segala dosanya, dan membutuhkan Juru Selamat dalam hidupnya, maka saat itu juga ia akan langsung menjadi anak-anak Allah. Itulah yang dikatakan dalam Yohanes 1:12. Kita harus bangga menjadi anak-anak Allah. Karena kini kita sudah pindah dari anak-anak Iblis yang akan binasa dan mengalami kematian kekal menjadi anak-anak Allah yang memiliki hidup yang kekal. Itulah kebanggaan kita yang tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun. Sekalipun mereka tadi bangga dengan ayahnya masing-masing, kita juga mempunyai Bapa di atas segala bapa, Bapa yang menjadikan kita anak-anak Allah. Kita juga bangga karena sudah menjadi anak-anak Allah, Tuhan Yesus melebihi ayah kandung kita karena Dia adalah Tuhan. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *