Mengapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah? Amsal ini menegaskan siapa yang menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah sedang memiutangi Tuhan. Memiutangi Tuhan berarti menjadi kepanjangan tangan pemeliharaan-Nya bagi orang yang lemah.
Jika kita menjadi kepanjangan tangan Tuhan dengan memelihara kehidupan orang yang lemah, maka bukankah tangan yang sama itu akan terus mencukupi kebutuhan kita?