Renungan

Gelap Mata

Gelap Mata

 

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

(Amsal 23:18)

Pintu kamar saya digedor-gedor. Nama saya berulang kali dipanggil dengan suara yang keras. Saya membuka pintu kamar dan menemukan seorang pemuda yang berdiri sambil terengah-engah dan tampak gugup. “ Si X Pak, si X baru saja bunuh diri. Sekarang ia dilarikan ke rumah sakit. Ayo Pak, segera berangkat. Semoga masih sempat!”

 

Saya mendapati si X sedang berada dalam kondisi antara hidup dan mati. Teman-temannya mengatakan bahwa si X nekat bunuh diri karena ditinggalkan oleh kekasihnya. Hilang harapan si X untuk segera menikah, dan kini nyawanya pun nyaris lenyap. Di tengah kekecewaan dan keputusasaan yang mendalam, manusia kerap kali menjadi gelap mata.

 

“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang” (Amsal 23:18). Konteks Amsal ini adalah percakapan tentang orang-orang yang takut akan Tuhan. Orang-orang yang takut atau menghormati Tuhan tidak akan kehilangan harapan dan masa depan. Bukan manusia yang menjadi sumber harapan dan masa depan, melainkan Tuhan semata.

 

Mungkin saat ini kita tengah kehilangan harapan dan merasa tidak mempunyai masa depan setelah orang-orang tertentu mengecewakan dan meninggalkan kita. Ketika keadaan di sekeliling kita mengecewakan, marilah kita mengarahkan pandangan ke atas. Ada tangan Tuhan yang menjamin masa depan. Ada tangan Tuhan yang membentangkan masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *