Renungan Berjalan bersama Tuhan

Hidup Bijaksana

Hidup Bijaksana

Hosea 14:1-10

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Ada orang yang kita kenal sangat bijaksana, tetapi ada juga yang acuh tak acuh. Orang yang bijaksana dapat memecahkan masalah dengan sangat baik. Namun, ada orang yang tidak peduli dengan dirinya sendiri maupun orang lain sehingga ia tidak peduli apakah yang dilakukannya akan menjadi berkat atau batu sandungan. Itulah yang diperingatkan Nabi Hosea kepada Israel. Hosea berkata, “Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan Tuhan adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ” (Hosea 14:10). Hosea menjelaskan bahwa orang yang berhikmat adalah orang yang mampu belajar dari kegagalan pengalaman hidupnya.

Namun, apa yang terjadi? Kita masih melihat ada banyak orang yang tidak mau belajar dari pengalaman hidupnya. Hasil perenungan dan evaluasi terhadap kejatuhan dan kegagalannya tidak dijadikan sebagai pegangan untuk bangkit kembali. Hosea mengingatkan agar orang-orang Israel tidak jatuh ke dalam pola hidup yang gagal. Hosea berharap bangsa Israel dapat belajar dari kegagalan itu! Kegagalan hidup merupakan pelajaran yag sangat berharga untuk melangkahkan kaki menuju kehidupan mendatang. Orang yang bijaksana adalah orang yang memahami jalan hidupnya, dan kegagalan yang dialaminya menjadi peringatan yang penting untuk mengenal “jalan Tuhan yang benar”.

Di sini kita dapat melihat bahwa Tuhan selalu menuntun hidup kita melalui pengalaman-pengalaman yang diukur dengan ketaatan kita kepada-Nya—taat beribadah dan percaya kepada-Nya, taat menjalankan pekerjaan dengan jujur, taat mengasihi dan melayani-Nya dengan setia. Semua itu akan nyata dalam pengalaman hidup sehari-hari. Orang yang bijaksana adalah orang yang selalu mau belajar dari pengalaman hidup sehari-hari karena di sana Tuhan memberikan pelajaran penting mengenai bagaimana mengambil keputusan atau mengatasi pergumulan-pergumulan hidup. Orang bijak mengenali dengan baik permasalahan hidupnya dan mengambil keputusan yang tepat. Orang bijak, dalam seluruh pergumulan hidupnya, selalu bergantung pada Tuhan, berdoa, bersekutu dengan firman-Nya, dan melakukannya. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, pimpinlah aku untuk dapat hidup bijaksana. Berilah aku hikmat, ya Tuhan, supaya aku mampu melihat masalah-masalah hidupku dengan baik. Mampukan aku untuk memecahkan masalah dan menemukan jalan keluar yang bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, melainkan juga untuk kepentingan orang lain yang semoga dapat menjadi berkat, membawa dampak yang positif dan membangun bagi banyak orang.
  2. Tuhan, tolonglah kami sebagai gereja, yayasan-yayasan Kristen, sekolah-sekolah Kristen agar mampu memberikan keputusan yang bijaksana, bukan keputusan yang menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *