Renungan Berjalan bersama Tuhan

Jalan Lurus Ternyata Maut

Jalan Lurus Ternyata Maut

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Amsal 16:25

Ini merupakan peringatan Amsal kepada semua orang yang menentukan jalan hidupnya agar berhati-hati. Amsal berkata, “Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut” (Amsal 16:25). Amsal mengumpamakan orang yang mempunyai rencana dalam hidupnya atau cita-cita dan harapan-harapan yang akan dicapainya dengan kata “jalan”. Di tengah semua itu pasti ada cara untuk menggapai semua harapan, cita cita, dan tujuan hidup. Dengan kata lain, semua cita-cita, harapan, dan tujuan hidup tidak akan diperoleh tanpa ada cara untuk meraihnya. Cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup ini sangat menentukan untuk memenuhi apa yang diharapkan.

Cara itu bisa sangat bervariasi karena memiliki sangat banyak metode, ilmu, strategi, bahkan sudut pandang etika. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita banyak berjumpa dengan orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Bagi orang dunia, menghalalkan segala cara bukanlah masalah! Apakah yang dilakukan itu merugikan orang lain, bahkan saudara sendiri atau sahabat sendiri, itu tidak masalah! Bukankah ini masalah bisnis? Ini pergulatan orang dagang: bisa mengalami kerugian, penipuan, kegagalan strategi, salah investasi, kurang perhitungan yang tepat, kalah persaingan, modal tidak cukup untuk mengembangkan usaha lagi, kalah dengan yang bermodal besar, dan sebagainya. Banyak alasan yang bisa dikemukakan dalam dunia bisnis.

Tidak hanya masalah pekerjaan, masalah penampilan dan juga bisa menghalalkan segala cara. Ada banyak wanita takut kelihatan menjadi tua, khawatir sekali jika kulit tubuhnya mulai keriput, kelopak mata menurun. Ada juga kelompok pria yang gelisah ketika rambutnya sudah mulai rontok atau memutih, muncul bintik-bintik hitam di kulit wajah dan tangannya, dan sebagainya. Maka mulailah mereka melakukan perawatan tubuh; bahkan ada yang menghalalkan segala cara, yakni tidak memperhatikan apakah perawatan itu sehat atau tidak, yang penting bisa kelihatan lebih muda! Hati-hati! Apa yang dikatakan Amsal? “Ada jalan yang disangka lurus.” “Jalan” berarti mengambil keputusan tentang keinginan atau harapan pribadi yang diinginkan hati dan pikiran. “Jalan” merupakan langkah yang diambil, diputuskan, dan kemudian dijalani dalam hidupnya. Ada jalan yang kelihatan lurus, tetapi ujungnya maut. Hasilnya ternyata kegagalan, kerusakan, kecelakaan, bahkan kebinasaan! Marilah kita menata jalan hidup kita dalam kebenaran Tuhan saja! Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, pimpinlah langkahku sehingga aku tidak salah jalan. Aku sadar bahwa tidak mudah menentukan dan memilih jalan mana yang harus kutempuh. Oleh karena itu, berilah aku hikmat agar mampu mengambil jalan yang benar dalam hidupku. Pimpinlah pekerjaanku dan berkatilah aku. Juga berkatilah pelayananku agar aku tetap berada di jalan yang benar.
  2. Tuhan, sertailah kami sebagai gereja agar dapat mengambil jalan yang benar dalam menentukan visi dan misi gereja, dalam membuat program pelayanan dan kegiatan pelayanan, dalam memberikan motivasi pelayanan. Ajarlah kami agar tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri, kebanggaan diri sendiri, bahkan mencari keuntungan bagi diri sendiri. Tolonglah kami sebagai gereja-Mu agar dapat terus menapaki jalan yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *