Renungan

Sukses yang Tertunda

Sukses yang Tertunda

 

Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

(Amsal 24:16)

 

Pepatah mengatakan, “Kegagalan adalah sukses yang tertunda.” Pepatah ini ingin menegaskan bahwa jalan menuju kesuksesan tidak selalu mudah. Kadang kala kegagalan menghampar di tengah perjalanan menuju kesuksesan. Apa yang kita lakukan ketika mengalami kegagalan akan menentukan apakah kita akan mencapai kesuksesan atau tidak.

 

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana” (Amsal 24:16).

Amsal ini menegaskan perbedaan kualitas antara orang benar dan orang yang fasik. Dalam perspektif Amsal, orang yang benar selalu menunjuk pada orang yang mempunyai relasi akrab dengan Tuhan. Ia bisa saja jatuh sama seperti orang yang fasik atau orang yang jahat. Namun, justru dalam kejatuhan itulah kualitas orang benar terbukti. Orang benar bisa saja jatuh tujuh kali, tetapi ia bangun kembali. Sebaliknya, orang fasik akan jatuh dan enggan bangun kembali.

 

Mengapa ketika orang benar jatuh, ia akan mencoba bangun kembali? Karena dalam relasinya dengan Tuhan, orang benar memahami bahwa ia tidak akan pernah seorang diri. Orang benar tahu benar bahwa Tuhan menyertai. Itulah sebabnya ia bangun dan berjuang kembali.

 

Setiap orang bisa jatuh dalam kesalahan dan dosa. Namun, yang menjadi pertanyaan, selanjutnya menyerah atau bangun kembali? Itulah yang menjadi penentu kualitas manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *