Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kami Dapat Apa?

Kami Dapat Apa?

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Lukas 18:28-30

Hidup itu penuh dengan “perhitungan”. Dalam segala aspek, kita selalu membuat perhitungan. Perhitungan menjadi bagian dalam hidup kita, yang mungkin sangat dominan. Oleh karena itu, banyak hal yang kita lakukan didasari dengan “perhitungan” tersebut. Jika keputusan yang akan kita ambil itu akan menguntungkan, kita pasti akan segera melakukannya. Namun, jika sebaliknya keputusan yang akan kita ambil itu berisiko besar mendatangkan kerugian, kita pasti pasti akan pikir-pikir dulu sebelum menindaklanjutinya. Hal demikian tentunya wajar dan sangat manusiawi. Ketika kita belum dapat memberikan “perhitungan” yang pasti tentang hal yang akan kita ambil dan putuskan, kita selalu dalam keadaan bimbang. Oleh karena itu, Petrus berkata kepada Tuhan Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau.” Bukankah di sini Petrus sudah mulai berhitung? Dia mau mencoba berhitung dengan Tuhan antara apa yang diberikannya dan apa yang akan diterimanya. Dari perhitungan itu akan muncul spekulasi untung atau rugi.

Permasalahan ini akan terus muncul dalam kehidupan kita, bahkan bisa berkembang pesat menjadi pola pengajaran Gereja yang salah kaprah, yakni dengan “menjadikan Tuhan Yesus sebagai alat untuk memperhitungkan untung rugi” dalam menjalani kehidupan ini. Banyak Gereja yang mengajarkan kepada jemaat untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan Yesus. Ini memang tidak salah, dan bahkan seharusnya demikian! Namun, mereka kerap masih menambahkan kata-kata “maka engkau akan digantikan seratus kali lipat, bahkan berlipat-lipat ganda”. Jadi, motivasi di dalam memberikan yang terbaik kepada Tuhan tak lagi murni. Di balik pemberian itu ada perhitungan tersendiri, yakni mendapatkan ganti yang lebih besar daripada yang diberikan. Jelas ajaran ini menyesatkan kita di dalam mengasihi Tuhan! Ketika Petrus mengajukan pertanyaan di atas kepada Tuhan Yesus, sebenarnya situasi dan kondisinya kurang tepat karena sebentar lagi Yesus harus memikul kayu salib. Namun, Dia toh menjawab bahwa mereka akan menerima imbalan berlipat ganda, bahkan ditambah bonus kehidupan yang kekal (Lukas 18:28-30). Jawaban Tuhan Yesus itu berarti bahwa jika kita sudah memberikan yang terbaik bagi-Nya, maka kita tidak usah menghitung-hitung apa pun di dalam benak kita karena semuanya sudah dijamin dengan sempurna di dalam Dia. Jaminan itu kekal dan tidak dipengaruhi oleh kondisi waktu. Tuhan Yesus memelihara kita bukan saja di dalam dunia ini, melainkan juga sampai pada kehidupan yang kekal. Di sisi lain, Tuhan Yesus juga menegaskan kepada kita agar kita tidak perlu takut, khawatir, atau cemas menghadapi masa depan karena Dia akan memelihara kita dengan sempurna. Amin.

Pokok Doa:

Tuhan, ampunilah aku kalau di dalam mengikut Engkau selama ini, aku selalu membuat perhitungan untung rugi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *