Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kasih Sejati

Kasih Sejati

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Matius 22:34-40

Kita semua tahu apakah kasih itu, tetapi kita juga menyadari betapa sulit menerapkannya secara nyata di dalam hidup kita sehari-hari. Sampai ada orang yang berkata bahwa kasih tidak perlu didefinisikan, dibahas bertele-tele, didiskusikan, atau diceramahkan, karena itu bukan fungsi kasih. Kasih hanya perlu dilakukan dan bukan dikatakan! Ketika kasih dilakukan dan diwujudkan secara riil, maka kasih sudah menjadi ceramah atau khotbah tersendiri. Oleh karena itu, di dalam firman Tuhan, kasih selalu merupakan bentuk perintah untuk dilakukan. Tuhan Yesus tidak pernah memberikan definisi kasih, tetapi melakukannya dengan nyata. Dia berkata, “”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:37-39).

Apakah kasih itu? Banyak orang yang salah paham tentang makna kasih yang sesungguhnya. Pada umumnya, kasih diberikan dalam wujud memperhatikan, melayani, rela berkorban, memberikan apa yang diperlukan orang lain, dan bahkan memanjakannya. Itu semua tidak salah. Namun, kasih bukan hanya itu. Kalau hanya berhenti sampai tahap itu, maka kasih hanya bersifat filia dan eros. Berbeda dengan kasih agape, yakni kasih yang penuh dengan pengorbanan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang binasa. Kasih agape bukan saja memenuhi kebutuhan atau keinginan hati orang lain, melainkan memikirkan apakah jiwa orang tersebut sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus atau belum. Inilah letak permasalahannya! Kasih Kristen yang sejati bukan hanya mengasihi apa yang ada di dalam dunia ini, melainkan juga membawa orang yang kita kasihi itu kepada kehidupan kekal bersama Kristus yang telah menyelamatkan kita.

 

Jika kita bersyukur kepada Tuhan Yesus karena memperoleh anugerah keselamatan-Nya sehingga kita pasti tidak binasa dan bahkan hidup kekal, maka kita pun dipanggil untuk menyelamatkan orang-orang yang masih menuju kebinasaan. J.I. Packer mengatakan dalam bukunya Evangelism and the Sovereignty, “Kita tidak boleh mencari-cari alasan untuk menghindari kewajiban kita ketika kesempatan untuk berbicara dengan orang lain tentang Tuhan Yesus Kristus muncul. Jika kita berusaha menghindari tanggung jawab ini, kita perlu menghadapi fakta bahwa, dalam hal ini, kita sudah menyerah kepada dosa. Kita perlu memohon kasih karunia untuk merasa malu kepada diri sendiri, dan berdoa supaya kita dapat dilimpahi kasih karunia Allah agar dapat dengan mudah, alami, dan menyenangkan membagikan Kabar Baik tentang Kristus kepada mereka.” Kasih sejati itu seharga nyawa. Dan itulah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku untuk memiliki hati yang mengasihi, bukan saja untuk memenuhi kebutuhan di dalam dunia ini, melainkan juga untuk membawa orang-orang masuk ke dalam kasih karunia-Mu yang menyelamatkan.
  2. Tuhan, pimpinlah gereja, sekolah-sekolah dan yayasan-yayasan Kristen agar mereka terus menyatakan kasih-Mu yang menyelamatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *