Renungan Berjalan bersama Tuhan

Mulut Berakal Budi

Itulah yang dikatakan oleh Amsal, hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi. Ternyata itu ada kaitannya antara hati dengan mulut, juga sampai ke bibir. “Mulutnya berakal budi” artinya mulut itu menyimpan hal-hal yang baik, benar, bijak, dan penuh kasih. Jika mulut menyimpan hal-hal seperti itu, apa yang diucapkan bibir pasti baik dan benar. Bibir itu hanya alat untuk mengungkapkan apa yang sudah disimpan di dalam mulut! Gudang perbendaharaan kata-kata yang membangun dan juga yang merusak, semuanya berada di dalam mulut. Sumbernya dari mana? Tak lain dari hati. Maka dari itu, tepat sekali ungkapan Amsal bahwa hati orang bijak, yaitu orang yang takut kepada Tuhan, setia pada kebenaran firman-Nya, dan juga melakukan firman itu dalam hidupnya sehari-hari, maka ia adalah orang bijak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *