Khotbah Perjanjian Lama, Khotbah Topikal

Pembinasa yang Berbahaya

Pembinasa yang Berbahaya

Hosea 13:9

oleh: Jenny Wongka †

Pada zaman nabi Hosea, umat Israel hidup secara bebas dalam perbuatan dosa. Hosea dengan keras melawan dan menegur dosa-dosa mereka, bahkan nabi Hosea mencatat segala perbuatan dosa mereka, yaitu penyembahan berhala, keangkuhan, penipuan, kebohongan, perzinaan, dan seterusnya. Terlalu panjang daftar perbuatan dosa yang mereka perbuat pada masa itu.

Allah berfirman kepada mereka melalui pena nabi, mengumumkan penghukuman yang akan menimpa umat-Nya akibat perbuatan jahat mereka itu. Mengetahui betapa menakutkan penghukuman itu akan tiba. Ia meratapi mereka dengan perkataan dalam Hosea 13:9, “Aku membinasakan engkau, hai Israel, siapakah yang dapat menolong engkau?” Versi terjemahan Inggris berbunyi: “O Israel, you has destroyed yourself, in me is your help.” (O, Israel, engkau telah membinasakan dirimu sendiri, di dalam Aku ada pertolonganmu..) Sesungguhnya dosa adalah pembinasa yang keji dalam segala hal. Saya ingin mengajak Anda untuk mengenal hal-hal apakah yang diperbuat dosa bagi kita.

Dosa adalah Pembinasa Kebahagiaan

Banyak hal terjadi sebagai akibat dari dosa yang kita lakukan sendiri, tetapi ada juga terjadi sebagai akibat dari kesalahan orang lain. Ada sebuah konsekuensi logis yang tidak mungkin terluput atas orang yang berbuat dosa, yaitu ketidakbahagiaan hidup. Ini terjadi sebagai akibat yang tidak mungkin dihindari oleh siapa pun. Kitab Suci berfirman: “Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur. Tiada damai bagi orang-orang fasik itu” (Yesaya 57:20,21). Penulis Kitab Amsal mendengungkan kebenaran yang sama dalam Amsal 13:15 tatkala ia berkata bahwa “jalan pengkhianat-pengkhianat mencelakakan mereka.” (Terjemahan lain: “the way of trasgressors is hard.”)

Saya pernah membaca sepucuk surat yang ditulis oleh seseorang yang berusia 50-an yang menghabiskan masa hidupnya di dalam berbagai jenis kenikmatan dosa. Inilah ungkapannya dalam surat tersebut: “Tampaknya segala hidup yang baik dan yang bersih berada begitu jauh dariku pada malam ini. Tiada impian atau mimpi buruk yang lebih menakutkan bagi seseorang yang dengan penuh kesadaran menyaksikan kembali segala dosa masa lampaunya terbentang di hadapannya, dan terus menghantui hidupnya. Bahkan dosa-dosamu yang sudah engkau lupakan pada masa lampau itu terbayang jelas kembali di depan matamu.” Ungkapan jujur pria ini jelas membentangkan sebuah kebenaran bahwa apa yang ditanam orang, itu pun yang akan dituainya, dan salah satu tuaian dari perbuatan dosa manusia ialah letidakbahagiaan hidup.

 

Dosa adalah Pembinasa Karakter

Sebuah pohon beringin yang besar dan lebat berdiri kokoh di halaman kampus kami ketika saya menempuh studi di ABA Paulus di kota Ujung Pandang. Konon, pohon itu telah berusia lebih dari tiga puluh tahun. Para mahasiswa senang bernaung di bawah pohon sambil bergurau pada waktu jam istirahat. Bertahun-tahun lamanya diterpa panas terik dan hujan lebat serta angin, ia tetap berdiri teguh tak tergoyahkan. Secara mengejutkan, pada suatu malam ketika hujan turun dengan lebatnya dan angin bertiup sangat kencang, pohon beringin besar itu roboh serta menghancurkan beberapa ruangan kelas kami. Setelah diselidiki, ternyata batang pohon beringin yang besar itu, mulai dari bagian akar hingga setengah dari tinggi pohon itu telah rapuh oleh gigitan rayap. Inilah ilustrasi yang tepat untuk menggambarkan kehidupan banyak orang. Pekerjaan dosa di dalam kehidupan umat manusia adalah seperti rayap yang bekerja perlahan tetapi pasti. Dosa bekerja secara senyap tak terlihat, serta tak terdeteksi sehingga dengan mudahnya ia menghancurkan karakter manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *