Renungan Berjalan bersama Tuhan

Perempuan dan Rumahnya

Amsal mengatakan, “Perempuan Bijak” mampu mendirikan rumahnya sedangkan “Perempuan Bodoh” akan meruntuhkan bangunan itu dengan tangannya sendiri. Mengapa perempuan dan di mana laki-lakinya? Bukankah laki-laki itu kepala keluarga? Pasti, tidak ada yang salah dalam ungkapan Amsal ini. Kepala keluarga, seorang laki-laki, adalah orang yang membangun struktur sebuah keluarga. Ia adalah orang yang meletakkan fondasi dan tiang bangunan sebagai tonggak berdirinya tembok yang kokoh di dalam keluarganya. Fondasi itu adalah prinsip hidup takut akan Tuhan, menempatkan Tuhan yang menjadi dasar, akar, dan landasan bangunan. Bukan dalam konsep, tetapi dijalani dalam realitas hidupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *