Renungan Berjalan bersama Tuhan

Selama Masih Siang

Selama Masih Siang

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Yohanes 9:1-15

Waktu akan berjalan terus. Tidak ada seorang pun yang dapat menghentikan waktu biarpun hanya sedetik dan sekalipun menggunakan ilmu teknologi yang paling canggih di abad ini. Mengapa? Karena waktu berada di tangan Allah yang mahakuasa, dan bukan di tangan kuasa manusia! Apa pun yang kita kerjakan sekarang ini ada di dalam waktu, dan waktu terus berjalan menurut iramanya, dari detik ke menit, jam ke hari, bulan ke tahun, demikian seterusnya selama berabad-abad sampai akhirnya nanti, menurut ketetapan Allah yang mahakuasa sendiri, waktu akan berhenti. Maka dari itu, istilah waktu ada dua bentuk: “Kronos”, yakni waktu yang dapat diukur dengan jam, hari, tanggal, bulan, tahun, dan abad. Sedangkan bentuk lainnya adalah “Kairos”, yakni peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu tersebut, seperti kelahiran, pernikahan, kematian, bencana alam, kecelakaan, dan sebagainya.

Memahami sampai di sini, kita dapat mengevaluasi diri kita, apakah dalam kronos yang berjalan terus dalam hidup kita itu terjadi kairos-kairos yang sangat bermanfaat, menjadi berkat, dan mendatangkan kemuliaan Tuhan, ataukah hampir semuanya tidak berarti karena kita lewatkan dengan sia-sia?

Tuhan Yesus meninggalkan pesan kepada murid-murid-Nya agar mereka dapat memakai kairos dengan sebaik-baiknya di dalam kronos yang terus berjalan. “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia” (Yohanes 9:4-5). Jelas di sini Tuhan Yesus menekankan pentingnya kairos dalam kehidupan kita karena kronos tidak bisa ditarik atau diulang kembali. Apa yang terjadi sekarang ini menjadi bagian hidup kita saat ini juga. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan dan memahami waktu dengan baik. Kita perlu mengisi waktu kita dengan hikmat dari Tuhan, dan menjalaninya dengan gentar dan takut akan Tuhan. Kita harus menyadari bahwa siang akan berganti dengan malam yang gelap, saat kita tidak mampu melakukan apa-apa lagi karena waktu hidup kita berakhir. Tuhan memberitahukan kepada kita bahwa tidak ada waktu yang kekal di dunia ini. Oleh karena itu, selama masih siang atau masih ada waktu, marilah kita mengerjakan hal-hal yang berkenan di hati-Nya karena apa yang kita kerjakan selama masih siang pasti membawa konsekuensi, baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku untuk memakai waktu dengan sebaik-baiknya. Ajarlah aku untuk menghargai waktu sehingga waktu yang terus berjalan ini tidak sia-sia. Mampukan aku mengisinya dengan kegiatan pelayanan, kesaksian hidup, dan aktivitas yang bermakna.
  2. Tuhan, peliharalah kami semua sebagai anak-anak-Mu dan gereja-Mu agar kami dapat memberi kesaksian yang baik bagi dunia sehingga banyak orang mendapatkan berkat-Mu, dan nama-Mu dimuliakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *