Renungan Berjalan bersama Tuhan

Terang Bagi Orang Benar

Terang Bagi Orang Benar

Amsal 13:9

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Terang orang benar bercahaya gemilang, sedangkan pelita orang fasik padam” (Amsal 13:9). Hidup manusia sangat tergantung pada terang. Maka ketika Allah menciptakan alam semesta, pada hari pertama Allah menjadikan terang, bahkan sampai malam hari Allah juga memberikan alat-alat penerang bagi seluruh alam semesta yang pada waktu malam memasuki kegelapan. Mengapa terang sangat dibutuhkan? Karena dalam kegelapan kita tidak bisa bekerja dan melakukan apa pun. Hanya dengan terang, kita bisa bekerja dan beraktivitas. Terang itu begitu indah. Dimulai dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya, terang satu-satunya yang menghantar kita bekerja, semua tumbuhan membutuhkan terang sinar matahari; tubuh kita juga memerlukannya. Terang itu bercahaya memancarkan sinarnya dengan kemilau. Kalau kita pergi ke tempat-tempat rekreasi atau mal, betapa indahnya cahaya sinar yang memancar dengan berbagai warna. Malam yang gelap pekat bisa berubah oleh sinar cahaya yang sangat indah. Pantulan sinar laser, misalnya, dapat memberikan cahaya yang sangat indah, bahkan bisa menari-nari sesuai dengan lagu-lagu yang mengiringinya.

Pernah suatu malam dalam perjalanan kami keluar kota, saat kami melewati jalan yang membelah hutan dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba lampu mobil kami yang terang benderang padam seketika. Wah, untungnya jalan lebar dan sepi, sehingga akhirnya mobil kami bisa dikendalikan dengan baik, dan berhenti dengan selamat. Bayangkan dari terang benderang, tiba-tiba menjadi gelap gulita ….

Amsal menggambarkan terang yang bercahaya itu seperti hidup orang benar. Terang itu bisa dirasakan dan dinikmati oleh banyak orang. Semua orang bukan saja menyukai, tetapi juga menikmati dengan sukacita, bergembira ria, memberikan tepuk tangan yang gempita, ketika menyaksikan cahaya yang indah. Terang itu bisa mendatangkan berkat bagi orang banyak. Itulah terang yang berfungsi dengan baik. Orang yang benar akan memberikan dampak bagi orang lain yang mendatangkan sukacita, seperti terangnya cahaya yang bersinar. Orang benar adalah orang yang takut akan Tuhan, ia kenal dengan baik siapa Tuhannya dan apa yang dikehendaki untuk dilakukan dalam hidupnya. Orang benar tahu apa yang harus dikerjakan untuk Tuhan dan bagi sesamanya. Maka dalam seluruh aktivitasnya, ia selalu belajar untuk mengenal Tuhan dan sesamanya dalam kebenaran-Nya. Tetapi orang fasik yang tidak mau mengenal Tuhan, ia tidak dapat memberikan terang bagi dirinya sendiri dan orang lain. Hidupnya akan padam dalam kegelapan. Cepat atau lambat hidup orang fasik akan padam, mati dan tinggal dalam kegelapan. Mengapa? Karena yang diperbuatnya jahat di mata Tuhan dan sesamanya. Hanya orang yang berada dalam kebenaran Tuhan saja yang dapat menajdi terang. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, jadikan aku seperti pelita yang membawa terang di tengah remang-remang atau kegelapan hidup ini. Aku sadar bahwa dalam dunia ini banyak orang senang tinggal dalam keremangan hidup, tidak putih dan tidak gelap, hidup menjadi kelabu, kelihatan satu sisi orang baik dan sisi lain tidak berbeda dengan orang dunia. Aku sadar juga bahwa dalam dunia ini ada orang-orang yang hidupnya memang tinggal di dalam kegelapan. Tuhan, tolonglah aku untuk dapat menjadi terang bagi mereka.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja agar terus membawa terang di tengah remang dan gelapnya dunia ini. Pimpinlah gereja untuk terus mampu menyuarakan kebenaran firman Tuhan yang membawa Terang dunia. Jadikan anak-anak Tuhan terang di tengah lingkungan sekitar mereka, mulai kepada orang-orang yang paling dekat terlebih dahulu, kemudian mereka yang jauh, hingga masyarakat sekitar. Dengan demikian orang-orang tahu bahwa kita adalah anggota jemaat, orang-orang gereja, yang memang sudah selayaknya membawa terang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *