Renungan

Di Hadapan Raja

Di Hadapan Raja

 

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.

(Amsal 22:29)

 

Suatu hari seorang rekan mengajak saya untuk menikmati makan siang di sebuah rumah makan. Rumah makan itu begitu penuh dengan pengunjung sehingga selama beberapa lama kami harus berdiri menunggu. Menu rumah makan itu tidaklah unik. Ada banyak rumah makan yang menyajikan makanan yang sama. Apa yang membuat rumah makan itu begitu ramai? Rasa masakannya yang begitu khas dan lezat.

 

Beruntunglah saya sempat berbicara dengan pemilik rumah makan itu. “Apa yang membuat masakan ini begitu lezat? Tekstur dagingnya lembut dan bumbunya meresap?” Pemilik rumah makan itu tersenyum dan menjelaskan bahwa sudah belasan tahun ia berjualan makanan tersebut. Ia paham bagaimana memilih bahan yang baik, mengolahnya, dan menyajikannya. Keahlian atau kecakapan dalam memilih dan mengolah itulah yang membedakannya dengan pemilik rumah makan yang lain.

 

“Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina” (Amsal 22:29). Amsal ini menegaskan bahwa keahlian atau kecakapan dalam pekerjaan akan membawa kehormatan dan keberhasilan di dalam hidup seseorang.

 

Dari mana kecakapan atau keahlian itu berasal? Ada orang yang lahir dengan kecakapan tertentu. Kita menyebutnya bakat. Bakat membutuhkan pengalaman dan latihan agar mewujudnyata dalam kinerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *