Amsal mengamati tingkah laku banyak orang. Ia mengatakan bahwa tingkah laku orang yang suka menipu selalu berliku-liku. Orang yang menipu selalu pandai membuat cerita yang begitu indah, rapi, tertata bahkan sangat menarik, bukan saja secara rasional, melainkan juga lebih banyak masuk ke wilayah emosional. Bahasa yang berliku-liku mampu dikemas dengan cerita pengalaman-pengalaman yang mengharukan.
Penipu juga kerap menyodorkan cerita atau berita yang sangat mengejutkan, seperti ia berada dalam bahaya, membutuhkan pertolongan segera, sedang mengalami kecelakaan, atau ditodong orang dan membutuhkan bantuan segera. Bisa juga ia berperan sebagai penolong orang yang sedang menghadapi masalah besar, dan ia membutuhkan dengan segera pengiriman uang dalam jumlah besar untuk membantu orang yang sedang ditolongnya, dan sebagainya. Namun, semuanya itu hanya tipuan belaka. Berbeda dengan orang yang jujur. Bukan saja perkataannya, melainkan juga perbuatannya dapat dilihat atau disaksikan. Perkataan orang jujur tidak berliku-liku, tetapi jelas, lugas, terbuka, apa adanya, tidak dibuat-buat, dan dikemas dalam cerita yang indah. Langkah orang jujur akan tampak dalam perkataan dan perbuatan, kepada merekalah Tuhan memberkati. Amin.