Renungan Berjalan bersama Tuhan

Gembala Agung

Mikha 5:1-14

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Pada umumnya, kita lebih mudah melihat sesuatu yang kecil dengan sikap meremehkan. Kecil selalu diidentikkan dengan lemah, sedangkan yang besar selalu diasosiasikan dengan kuat. Padahal pemahaman demikian sama sekali tidak benar. Kuat dan lemah tidak tergantung pada kecil atau besar karena kuat dan lemah adalah gambaran perjuangan hidup yang dijalani.

Orang-orang Yahudi merasa heran jika di Betlehem Efrata muncul seorang pemimpin besar, yaitu Mesias. Mikha berkata, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel …. Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan” (Mikha 5:1,3). Mikha mempromosikan Betlehem sebagai desa kecil. Ada banyak orang yang meremehkan penduduk Betlehem. Sekarang, Mikha justru menyatakan bahwa dari kota kecil yang diremehkan inilah akan muncul seorang pemimpin besar, yakni Mesias. Dialah yang akan menggembalakan seluruh umat Israel, bahkan seluruh umat manusia.

Mikha bukan saja memperkenalkan Betlehem, melainkan juga menyebutkan tentang peran dan kinerja dari Sang Pemimpin Agung, yakni menggembalakan dan memerintah Israel. Ada dua kata kerja aktif yang disebutkan oleh Mikha, yakni “menggembalakan” dan “memerintah”. Memerintah bisa dilakukan dengan hukum yang kaku atau bahkan dengan kekerasan. Mikha menyatakan bahwa Mesias akan memerintah, tetapi bukan dengan pemerintahan dunia. Dia menjalankan pemerintahan-Nya dengan menggembalakan umat-Nya. Memerintah berbeda dengan menggembalakan. Memerintah bisa dilakukan dengan hukum yang kaku, atau bahkan dengan kekerasan. Menggembalakan memberikan ruang untuk bisa berbagi masalah, urun rembuk bersama, dan memahami segala persoalan yang sedang dihadapi, baru kemudian mengambil keputusan. Selain itu, gambaran dari “menggembalakan” lebih banyak mengandung unsur menuntun, membuka jalan, dan mengarahkan ke mana kawanan gembalaannya harus pergi dan kembali dengan selamat.

Mikha sangat menekankan bagian ini karena selama ini bangsa Israel berjalan sendiri dengan berhala-berhala mereka. Pemimpin yang dimaksud adalah Gembala Agung yang benar-benar dapat membawa domba-domba-Nya kepada jalan yang benar.  Proklamasi Mikha ini ingin mengingatkan bahwa hanya Allah-lah yang memimpin dan menggembalakan umat-Nya dengan jaminan yang pasti. Dengan demikian, Mikha mengingatkan agar tidak perlu takut dan khawatir dalam menjalani kehidupan setiap hari jika kita berjalan bersama Sang Gembala Agung, Tuhan Yesus Kristus. Dialah yang akan berjalan di depan kita dan menuntun hidup kita. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, tolong aku mengatasi kekhawatiran. Sadar atau tidak, kekhawatiran itu justru sering menghantui hidupku, baik dalam pekerjaan, kehidupan keluarga, masa depan, dan sebagainya. Tolonglah aku untuk berjalan bersama Tuhan Yesus yang memerintah dan menggembalakan aku.
  2. Tuhan, tolonglah kami dalam pengembangan pelayanan yang Engkau percayakan. Kadang kala tebersit ketakutan dan kekhawatiran ketika melihat tantangan-tantangan yang ada di depan mata. Hambatan-hambatan selalu muncul menjadi penghalang dalam pengembangan pelayanan. Tolonglah kami supaya kami dapat memandang hambatan itu justru menjadi peluang dalam pengembangan pelayanan. Kami berdoa untuk semua lembaga pelayanan misi yang banyak menghadapi tantangan. Tuhan, tolonglah langkah pelayanan kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *