Renungan Berjalan bersama Tuhan

Ajarlah Kami Ya Tuhan

Edward W. Bonson berdoa agar Tuhan memampukannya untuk tidak mengeluh ketika menghadapi semua pekerjaan. Ia minta agar tidak menjadi bingung ketika tugas-tugas itu semakin banyak dan agar dalam hidupnya ia benar-benar memiliki motivasi yang baik: tidak memanipulasi untuk mendapatkan penghormatan atau penghargaan orang lain, terlebih lagi menikmati kehidupan di atas penderitaan orang lain. Inilah doa dari anak Tuhan yang rendah hati, yang tahu siapa dirinya dengan segala kelemahan dan kekurangannya. Ia tidak mau menjadi orang yang terus mengeluh tanpa rasa syukur. Oleh karena itu, marilah kita belajar dari kehidupan doanya. Pemazmur mengungkapkan sikapnya ketika ia ingin terus mengeluh. Katanya, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” (Mazmur 42:6). Ia mengajarkan bahwa jika kita ingin mengeluh, boleh saja dan tidak ada masalah, namun disampaikan kepada Tuhan. Hal ini berarti bahwa jika kita mengeluh, maka keluhan itu dikaitkan dengan iman kita kepada Tuhan. Semakin banyak keluhan, seharusnya semakin dekat kepada Tuhan, bukan semakin jauh dan melarikan diri dari-Nya. Ketika masalah datang bertubi-tubi, tak henti-hentinya, maka masalah itu menjadi sarana untuk curhat , mencurahkan seluruh isi hati dan beban hidup kita kepada-Nya. Jika hal itu dilakukan, maka kita akan dimampukan Tuhan untuk mensyukuri anugerah dan berkat-Nya. Hidup tidak dijalani dengan keluhan tetapi dengan ucapan syukur, karena Tuhan itu Gunung Batu kita, tempat perlindungan yang sejati. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *