Renungan Berjalan bersama Tuhan

Aku Mengenal Perbuatannya

Aku Mengenal Perbuatannya

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Anak-anak pun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya” (Amsal 20:11)

Dalam percakapan sehari-hari kita sering mendengar orang berkata, “Anak itu mirip sekali ya dengan papanya,”  atau  “Wow … tingkah lakunya sama persis dengan mamanya.” Di sisi lain, kalau ada anak yang tampan, langsung muncul komentar, “Siapa dulu papanya,” atau “Siapa dulu mamanya”––semua saling berebut mengatakan bahwa itu anaknya. Sebaliknya, kalau ada anak yang nakalnya luar biasa, sang ayah langsung mengatakan bahwa anak itu keturunan ibunya; kemudian ibunya yang tidak terima langsung menyahut,  “Yang pasti, anak itu darah daging ayahnya.” Yang menyedihkan adalah kalau ada anak yang lahir cacat, masih adakah yang mengatakan dengan bangganya, “Itu anak Papa,” atau saling berebutan dengan istrinya yang berkata, “Oohhh … itu pasti anak Mama.” Ataukah orangtua justru akan menyembunyikan anak itu? Tidak boleh keluar kamar kalau ada tamu datang atau sanak famili yang berkunjung?

Bagaimana dengan pengamatan Amsal? Dalam ayat ini rupanya Amsal tidak menjelaskan faktor-faktor keturunan yang memang bisa memengaruhi kehidupan anak-anak. Ketika seseorang bertumbuh mulai dari anak-anak sampai dewasa, bahkan sampai lanjut usia, ia sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan ditambah dengan faktor lingkungan. Dua bagian itulah yang membentuk karakter, kepribadian, dan sifat-sifat yang ada di dalam dirinya. Amsal mengatakan bahwa “Anak-anak pun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya”. Di sini Amsal menekankan betapa pentingnya tingkah laku seseorang. Begitu anak itu lahir dan tumbuh semakin dewasa, anak itu pasti melakukan aktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan dirinya seperti makan, minum, dan pakaian. Aktivitas itu menjadi bagian dalam hidup manusia yang tidak bisa dipisahkan. Orang yang hidup pasti melakukan aktivitas bagi dirinya maupun bagi orang lain. Itu bisa terlihat dalam perbuatannya, kelakuannya, atau pekerjaan-pekerjaannya.

Bagi Amsal, ternyata kelakuan atau perbuatan seseorang yang dibentuk sejak masa kanak-kanak dapat menentukan hasil kerjanya di masa mendatang. Perbuatan-perbuatan di masa kanak-kanak bisa menghasilkan buah yang tampak dalam kelakuannya. Ia akan menjadi orang yang bersih, jujur, tidak menipu atau berbohong, semua itu sudah bisa dilihat sejak seseorang memasuki usia kanak-kanak. Amsal mengingatkan kita semua, khususnya segenap orangtua, bahwa proses pertumbuhan anak sejak dini sangat perlu diperhatikan. Tingkah laku, sifat, dan karakter anak sejak dini sudah dapat “dibaca, dinilai, dilihat”. Jika ada gejala yang tidak benar, seperti yang dikatakan Amsal, yaitu perbuatan yang tidak jujur, tidak bersih kelakuannya, maka anak-anak perlu diingatkan dan didisiplin untuk kebaikan mereka di masa mendatang. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku bersyukur karena firman Tuhan sudah memberikan pengarahan yang jelas tentang pertumbuhan anak sejak kecil sampai dewasa. Bahkan sejak kecil, sifat, karakter, dan kelakuan anak-anak sudah dapat dilihat dan dinilai. Berilah kami hikmat untuk dapat membimbing dan membesarkan anak-anak yang takut akan Tuhan.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja untuk mementingkan proses pendidikan anak. Kebenaran firman Tuhan menjadi dasar bagi pertumbuhan anak-anak sampai dewasa. Pimpinlah semua orangtua, guru Sekolah Minggu, pembimbing remaja dan pemuda supaya dapat mendidik anak-anak dengan baik dan benar. Kami dapat mengamati tingkah laku anak-anak supaya dapat berjalan dalam kebenaran Tuhan; memiliki karakter, sifat, dan tingkah laku yang menghasilkan buah Roh; dan mengembangkan karunia-karunia yang Engkau anugerahkan kepada mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *