Demikian pula dengan hati seorang hamba Tuhan yang setia, Mikha. Hatinya begitu hancur ketika melihat orang-orang yang dikasihinya, yakni bangsa Israel, menjalani kehidupan yang “rusak”. Mereka meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala. Mereka menjalani kehidupan bebas tak terkendali, hubungan antarmasyarakat terlihat saling menyakiti, dan tidak ada kepekaan terhadap mereka yang lemah dan menderita. Dalam keadaan hancur hati, Mikha berkata, “Karena inilah aku hendak berkeluh kesah dan meratap, hendak berjalan dengan tidak berkasut dan telanjang, hendak melolong seperti serigala dan meraung seperti burung unta: sebab lukanya tidak dapat sembuh, sudah menjalar ke Yehuda, sudah sampai ke pintu gerbang bangsaku, ke Yerusalem!” (Mikha 1:8-9).
Aku Meratapi Hidupmu
May 24, 2018