Khotbah Topikal

Aku Selalu Hadir untukmu

 

Cerita di atas seakan-akan mengingatkan kita semua  betapa kita dan banyak orang dalam hidup ini, selalu mengagung-agungkan nama-Nya tapi hanya sebatas kata, puji-pujian dan tulisan indah tetapi tidak dengan kesungguhan hati.  Nama-Nya hanya diucapkan di mulut saja tetapi segala tindakan nyata kita terkadang tidak sesuai dengan  apa yang telah diajarkan-Nya kepada kita.

 

Ketika pada hari ini kita merayakan kasih Allah kepada dunia melalui Yesus Kristus, yang hadir dalam kehidupan kita untuk mencintai kita semua, kiranya kita semakin merasakan kehadiran-Nya melalui kasih-Nya di setiap perjumpaan dengan-Nya dalam hidup kita.  Ia selalu ada dan hadir bersama kita di saat apa pun, dimana pun juga kita berada.  Tuhan hadir di dalam diri kita dan senantiasa mendampingi setiap langkah hidup kita.

 

Pada peristiwa Natal pertama, Ia hadir dalam kehidupan Yusuf dan Maria, para gembala,  orang-orang Majus, Herodes dan juga para Ahli Taurat.  Di antara mereka ada yang menyambutnya dengan tulus, mengalami kebahagiaan dan sukacita, namun ada juga yang menolak tetapi pura-pura menyambut-Nya, kemudian memusuhi-Nya.

 

Pada kesempatan yang indah ini, Ia juga merindukan  hadir dalam kehidupan kita semua dengan masing-masing pergumulan yang kita hadapi.  Baik kita sebagai  anak-anak, pemuda-remaja, para orang tua dan lanjut usia.  Ia ingin bahwa kehadiran-Nya disambut baik oleh orang-orang yang dicintainya dengan sukacita.  Bukan sebatas pujian dan kata-kata, tetapi dihayati dan diwujudkan dalam tindakan dan perilaku hidup sehari-hari.  Oleh karena itu ketika kita berdoa, kiranya kita selalu berdoa tidak hanya sebatas kata-kata indah namun dengan kesungguhan hati untuk dapat merasakan kehadiran-Nya senantiasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *