Khotbah Topikal

Aku Selalu Hadir untukmu

 

Sebagai penutup ada sebuah kisah menarik yang perlu kita renungkan tentang kasih seorang ayah yang menyatakan ”Aku selalu hadir untukmu.”

 

Seorang ayah berdiri di depan puing-puing bangunan sekolah yang hancur karena gempa berkekuatan 8,2 skala richter di Armenia.  Ia teringat pada anaknya yang diantarnya.  Tadi pagi, ia memberi kata-kata perpisahan kepada anaknya, “Nak, Ayah akan selalu hadir untukmu dalam segala keadaan.  Ingatlah itu!”  Ia berusaha tegar, tetapi kepiluan hatinya tidak dapat dibendung lagi, akhirnya dia pun menangis. Kemudian ia menguatkan hatinya dan mulai berkonsentrasi untuk mengingat letak ruang kelas dimana anaknya berada.

Setelah lama berpikir, akhirnya dia berjalan ke posisi yang diyakininya sebagai ruang kelas anaknya, yaitu di sudut kanan belakang gedung yang sudah rata dengan tanah itu. Ia mencari linggis, lalu mulai menggali reruntuhan gedung itu.  Sementara beberapa orang tua murid lainnya berdiri menangis, menepuk-nepuk dada mereka, dan berkata dengan lirih, “Anakku…anakku…!”

Beberapa orang tua murid dan para relawan yang ada di sana berusaha menarik pria itu untuk keluar dari atas puing-puing tersebut. “Pak, menjauhlah dari sana, karena itu bisa membahayakanmu. Nanti kami yang akan membereskannya,” kata petugas yang ada di lokasi tersebut.  Tetapi Bapak itu justru berkata: “Apakah Anda mau membantu saya sekarang?” tanya pria itu, tetapi petugas itu tidak menjawab pertanyaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *