Renungan Berjalan bersama Tuhan

Aku yang Mengatur Hidupmu

Aku yang Mengatur Hidupmu

Keluaran 20:1-17

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Kehidupan yang teratur, baik, dan sopan pasti memuat hukum atau aturan yang harus dipatuhi. Demikian pula ketika Allah menata kehidupan ini. Dia memberikan hukum-hukum-Nya untuk kita lakukan dengan baik. Hukum-hukum-Nya itu tidak hanya di dalam tatanan alam semesta, masyarakat luas, tetapi juga di dalam tatanan yang paling kecil, yakni keluarga.

Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, Tuhan sudah mempersiapkan umat-Nya untuk hidup dengan baik dengan cara memberikan aturan-aturan dan hukum-hukum yang harus mereka taati. Aturan pertama yang diberikan oleh Allah berkaitan dengan kehidupan keluarga. Firman Tuhan berkata, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu” (Keluaran 20:12). Keluarga merupakan kelompok paling kecil dalam kehidupan sosial masyarakat. Namun, kelompok inilah yang akan menentukan apakah kehidupan masyarakat menjadi baik atau tidak. Mengapa? Jika kehidupan keluarga baik, maka tatanan masyarakat juga akan baik. Sedangkan jika kehidupan keluarga berantakan, maka tatanan masyarakat pun akan berantakan.

Kalimat “hormatilah ayah ibumu” bukan hanya mengandung makna patuh, tetapi di balik semuanya itu mengandung motivasi yang lebih mendasar, yakni kasih—kasih orangtua terhadap anak maupun sebaliknya. Ketika aturan Allah ini benar-benar dilakukan, maka hukum-hukum yang lain juga akan menyertai, seperti yang tertulis di dalam Keluaran 20:13-15, yakni “Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu”.

Taat pada hukum Tuhan seharusnya bukan didasari oleh sikap takut dihukum. Ketaatan itu seharusnya menjadi bentuk kasih kita kepada Tuhan dan sesama sehingga tatanan yang telah Tuhan ciptakan tetap berjalan harmonis, termasuk kehidupan keluarga.

Ketika kasih yang dinyatakan dalam bentuk hormat kepada ayah dan ibu menjadi realitas kehidupan keluarga sehari-hari, maka kasih akan menjalar ke dalam relasi sosial dalam masyarakat. Tanpa adanya kasih di dalam keluarga, tak heran jika orang berani melukai sesamanya, membunuh, berzina, atau menentang hukum-hukum Tuhan lainnya. Setelah merenungkan bagian ini, kita bisa menyadari betapa pentingnya hukum ini bagi manusia, dan hukum ini perlu diteruskan dari generasi ke generasi. Baik sebagai orangtua maupun sebagai anak, tugas panggilan kita adalah untuk melaksanakan hukum Tuhan dalam kehidupan sehari-hari berlandaskan kasih. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, terima kasih Engkau telah menata kehidupan ini begitu indah dan harmonis. Semua hukum, aturan, dan tata tertib telah Engkau berikan kepada umat-Mu agar kami dapat menjaga keharmonisan itu. Tuhan, ajarlah dan mampukan kami mengenal dan menaati semua hukum dan aturan yang telah Engkau berikan dengan baik.
  2. Tuhan, tolong kami untuk taat pada hukum-hukum-Mu bukan karena takut dihukum, melainkan karena kami mau mengasihi Engkau. Jadikan kami umat yang mampu menjadi teladan dalam menaati aturan yang berlaku dalam dunia ini. Sadarkan kami bahwa semua aturan yang telah dibuat adalah untuk kebaikan bersama. Kerinduan kami, biarlah semakin banyak orang mengenal kasih karunia dan anugerah Tuhan melalui kesaksian hidup kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *