Renungan Berjalan bersama Tuhan

Allah Menjadi Manusia

Yesaya bernubuat, “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan Tuhan dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan” (Yesaya 53:2-3). Maka puncak penderitaan itu dimulai ketika Hamba itu ditangkap di Taman Getsemani setelah Hamba itu berdoa. Proses pengadilan dan penganiayaan terus berjalan sampai pada akhirnya Hamba itu harus memikul kayu salib untuk disalibkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *