Renungan Berjalan bersama Tuhan

Allah Menjadi Sama dengan Manusia

Mengapa Tuhan Yesus melakukan ini? Karena Dia rela menjadi “sama” dengan kita. Kecuali satu yang tidak sama, yakni Dia tidak “berbuat dosa”. Dia Allah yang tidak berdosa sehingga hanya Dia yang dapat menebus segala dosa kita. Dia rela menjadi sama seperti kita, ikut merasakan bagaimana penderitaan manusia akibat dosa; merasakan kekejaman manusia yang berdosa; merasakan kesusahan manusia akibat dosa; ikut meneteskan air mata karena kesakitan manusia; ikut menangis ketika ada yang berduka; ikut merasakan bagaimana orang sakit lumpuh yang bertahun-tahun tidak dapat sembuh, orang yang buta sejak lahir, orang yang kerasukan setan, orang yang disingkirkan dari masyarakat karena dianggap sebagai orang yang paling berdosa. Dalam segala hal menyangkut kehidupan, Dia sama dengan kita. Hanya dengan menjadi sama, Dia baru bisa merasakan seluruh kehidupan manusia. Pengalaman-pengalaman hidup yang diwarnai dengan suka dan duka, gembira dan tangis, menang atau kalah, berhasil atau gagal, dan sebagainya, dirasakan dengan sungguh-sungguh ketika Dia menjadi sama dengan manusia. Dengan menjadi sama berarti seseorang mau merendahkan dirinya untuk menjadi sama dengan mereka yang ada di bawahnya. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia, Dia telah meninggalkan Ke-Allahan-Nya dengan mengambil rupa seorang hamba. Segala kemuliaan dan keagungan-Nya ditanggalkan dan menjadi sama dengan manusia. Itulah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk menyelamatkan semua manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *