Renungan

Berkat dan Didikan Tuhan

Berkat dan Didikan Tuhan

 

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.

(Amsal 3:11-12)

 

Saat duduk di bangku kelas 5 SD, saya dan rekan-rekan pernah memutuskan untuk membolos sekolah. Kami sepakat meninggalkan kelas dan menuju ke rumah saya. Kedua orangtua saya sedang bekerja sehingga pagi sampai siang hari itu kami bebas bermain di rumah. Kami tentu saja sangat bergembira sampai akhirnya pintu rumah kami diketuk dengan keras. Ternyata siang itu tiba-tiba ibu saya pulang. Betapa terkejutnya Ibu ketika menemukan enam anak sekolah sedang membolos dan bermain di rumah. 

 

Namun, saya heran mengapa dengan tenang seolah tanpa kemarahan Ibu menyuruh teman-teman kembali ke sekolah, sedangkan saya dimarahi habis-habisan. Ketika saya memprotes tindakan ini, Ibu hanya menjawab, “Kamu anakku, itulah sebabnya Ibu memarahi untuk mendidik kamu. Anak-anak yang lain biarlah diurus orangtuanya sendiri.”

 

“Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi” (Amsal 3:11-12).

 

Amsal ini menegaskan bahwa Tuhan mendidik kita lewat peringatan dan ajaran-Nya seperti seorang ayah mendidik anak-Nya. Jadi, jangan bertanya mengapa Tuhan membiarkan orang lain dalam kesalahan, sedangkan kita ditegur-Nya dengan cara yang keras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *