Ibu tersebut menulis tinggal di daerah kumuh, berangkat dengan naik becak. Ibu itu juga menulis agar biaya pembangunan yang puluhan juta itu dibebaskan karena benar-benar tidak mampu. Bagian Penerimaan Siswa meloloskan permintaan ibu itu dengan catatan perlu ada peninjauan lokasi. Sang ibu bersedia rumahnya ditinjau, maka ada satu tim yang meluncur ke rumah ibu tersebut. Sesuai alamatnya, ada sebuah rumah yang sangat sederhana, sebagian papan dan tembok, listrik hanya 150 watt, ada satu kulkas kecil, tidak ada ac selain angin dari jendela. Akhirnya tim memutuskan untuk membebaskan biaya uang pembangunan.
Berlagak Sok Kaya atau Sok Miskin?
September 11, 2018