Renungan Berjalan bersama Tuhan

Dipilih Oleh Tuhan

Dipilih Oleh Tuhan

Yohanes 15:9-17

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu” (Yohanes 15:16). Di langit yang mulai gelap, sinar matahari masih menyisakan sedikit pancarannya, awan kemerah-merahan, datanglah sepasang suami istri yang masih muda. Mereka datang dari luar kota yang cukup jauh karena perjalanan lintas provinsi. Petang itu juga mereka minta diantar dan ditemani ke panti asuhan anak Kristen. Mereka datang bukan saja hendak menjadi donatur, melainkan juga ingin mengadopsi seorang anak. Pergumulan sudah cukup matang dan mantap untuk mengambil anak yang akan dijadikan sebagai buah hati mereka. Maka meluncurlah kami menuju panti asuhan anak tersebut. Kedatangan kami disambut dengan sangat hangat dan penuh kasih bukan hanya oleh pengurus panti, melainkan juga oleh seluruh orang di yayasan itu dan anak-anak panti yang begitu banyak. Mereka menyambut dengan penuh sukacita, bahkan dengan kehausan kasih yang mereka butuhkan. Tidak heran semua anak saling mengulurkan tangan ingin dipeluk atau digendong.

Mereka berbincang-bincang cukup lama dengan pihak panti karena membahas proses adopsi dan masalah-masalah komitmen dan kasih orangtua kepada anaknya, serta tanggung jawab sepenuhnya kepada anak yang diadopsi. Persyaratan sangat penting karena anak itu juga mempunyai hak yang sama dengan anak kandung yang menjadi ahli warisnya. Semuanya sudah dibicarakan dengan baik. Lalu, sejenak calon orangtua masuk ke dalam ruang Persekutuan Doa yang ada di sana, untuk meminta Tuhan sendiri yang menolong dan menetapkan anak mana yang akan dipilih dari puluhan anak yang berbaring di tempat tidur itu. Begitu masuk ke ruang bayi, setiap anak tidur di boksnya masing-masing. Ada yang tertawa, menangis, memandang dengan mata yang bulat, sipit, dan beragam lainnya. Setiap anak dilihat dengan cermat, penuh perhatian, dan haru. Sepertinya calon orangtua ini masih mau merasakan adanya kontak hati antara hati mereka dan hati sang bayi, juga getaran nurani mereka yang nantinya akan berkata, “Ini dia yang akan kuangkat dan kuambil dari tempat tidurnya, lalu kubawa pulang!” Sang bayi pun memandang dengan tatapan mata polos karena ia tidak tahu “mengapa ia lahir ke dunia ini; mengapa ia berada di dalam boksnya yang hanya dirawat para juru rawat dan bukan orangtua kandungnya”. Akhirnya, tiba saatnya untuk memutuskan, “Ini dia anakku!” Bayangkan betapa sukacitanya anak itu! Ia diangkat dan dipeluk dengan sukacita, semua orang yang ikut beramai-ramai memberikan salam selamat kepada pasangan suami istri tersebut. Semua sanak famili yang ikut sama-sama saling menggendong dan menciumi anak itu! Ia dipilih untuk pindah dari panti menuju rumah yang “layak” sebagai seorang anak yang mempunyai ayah dan ibu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *