Pada saat Tuhan Yesus sedang berdoa, muncullah Musa dan Elia mendampingi-Nya. Mereka datang untuk memberitahukan bahwa saatnya hampir tiba bagi Anak Manusia untuk pergi ke Yerusalem dan mati disalib. Itulah puncak pemberitahuan visi dan misi Allah kepada Anak-Nya yang tunggal. Waktu Allah—kairos—semakin dekat. Hal itu tidak bisa ditolak atau dihindari, kita juga tidak mungkin melarikan diri dari realitas itu, tetapi harus dihadapi. “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Itulah instruksi Allah Bapa. Kemuliaan yang tampak di atas gunung itu ternyata memberi kepastian bahwa kayu salib sudah disiapkan. Kelihatannya memang kontradiktif: Tuhan Yesus dimuliakan tetapi sekaligus harus menghadapi kayu salib.
Gunung yang Mulia
February 6, 2018