Amsal melihat secara langsung dan membuktikan melalui pengamatannya bahwa anak yang bebal adalah anak yang bertumbuh setiap harinya dengan pukulan-pukulan. “Seratus pukulan” menyatakan betapa banyaknya pukulan itu. Setiap kali anak-anak melakukan kesalahan atau tidak segera mengerti yang diajarkan, mereka bukannya diberi pengertian, melainkan malah dibentak, dimarahi, dan dipukul. Kebiasaan memukul sudah menjadi cara yang dianggap paling ampuh untuk mendidik seseorang agar menjadi baik. Namun, apa yang terjadi? Amsal melihat bahwa pukulan itu sama sekali tidak mempunyai dampak apa pun karena si anak tetap menjadi orang yang bebal.