Renungan Berjalan bersama Tuhan

Hati Seorang Raja

Hati Seorang Raja

Amsal 21:1

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Hati raja seperti batang air di dalam tangan Tuhan, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini” (Amsal 21:1). Batang air itu seperti pipa besar yang dengan derasnya memancarkan dan mengalirkan air yang berasal dari sumber air. Air itu sangat segar, bersih, bening, dan dingin. Siapa saja yang melihat aliran air seperti itu pasti ingin menceburkan diri dan mandi di sungai yang jernih dan segar itu. Apalagi kalau kita melihat sumber air yang memancarkan air bening … woouw sangat menyegarkan dan menyejukkan mata dan hati yang memandangnya. Air juga memberikan makna atau simbol dari kehidupan yang menyegarkan. Air yang segar selalu memberikan daya tarik bagi orang yang merindukan kesegaran dalam dirinya.

Ketika kita pergi ke gunung, ada air terjun yang sangat deras, terjal, dan putih bening bersih curahan airnya. Pada saat melihat air terjun yang memancar dengan jernihnya, pasti itu akan mendorong diri kita untuk terjun berenang dan bermain-main dengan air yang menyegarkan itu. Air juga sangat melegakan bagi semua orang yang sedang kehausan. Bayangkan kalau kita sedang haus namun tidak ada minuman. Berjam-jam kita menunggu, tidak ada yang datang membawa air minum. Ketika sedang terus mencari, tiba-tiba kita menemukan aliran air yang sangat deras, pasti semua akan berebut untuk minum air itu. Air itu akan memulihkan segala kelelahan dan kehausan yang tertahan.

Batang air memancarkan aliran air yang segar, yang mengalir dan memberikan kehidupan. Perumpamaan itu yang dipakai oleh Amsal untuk menggambarkan “hati raja”. Amsal ingin menyampaikan bahwa hati seorang raja adalah hati yang memberikan kesegaran, kesejukan, ketenteraman pada seluruh rakyat yang ada di bawah kekuasaannya. Tentunya raja yang benar-benar raja, bukan raja yang rakus demi kepentingan diri sendiri, bukan raja yang gila kedudukan dan jabatan, bukan raja yang haus kekuasaan dan merampas kekayaan rakyatnya. Raja yang memiliki hati Tuhan, mencintai rakyatnya, memiliki hati bapa yang sayang kepada anak-anaknya. Itulah yang dimaksud oleh Amsal dengan “hati raja seperti batang air”.

Batang air yang bagaimana, yang dapat membawa kesegaran, kesejukan, bahkan kehidupan? Batang air yang ada di dalam tangan Tuhan. Dengan lain kata, sumber air yang mengaliri batang air itu berasal dari Tuhan sendiri, yang mengalirkan air itu ke mana pun sesuai kehendak-Nya. Tuhan sendiri yang memberikan kehidupan kepada semua rakyat menurut kehendak-Nya. Berkat itu dialirkan Tuhan sendiri untuk memberikan kehidupan dan kesegaran bagi semua rakyatnya. Jika demikian, maka Amsal hendak mengatakan bahwa raja sebenarnya hanya sebagai alat Tuhan untuk menyalurkan berkat-berkat-Nya. Raja tidak mempunyai kuasa dan hak apa pun, terlebih lagi ia tidak bisa bersikap sewenang-wenang terhadap kehidupan rakyatnya. Demikian juga kita semua hanya sebagai alat Tuhan untuk menyalurkan air yang segar kepada siapa pun. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *