Renungan Berjalan bersama Tuhan

Hidup Hura-hura

Hidup Hura-hura

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Orang yang suka bersenang senang akan berkekurangan, orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.” (Amsal 21:17)

Jika ritme kehidupan kita seimbang antara rutinitas kerja dan rekreasi, maka kita akan menikmati  hidup yang penuh sukacita. Yang dimaksudkan dalam keseimbangan bukan seperti konsep “Im Yang dalam Pat Kwa” yang menjelaskan bahwa dalam hidup ini harus ada keseimbangan antara yang baik dan jahat, ada panas dan dingin, basah dan kering, kebenaran dan kejahatan, dan sebagainya. Keseimbangan yang dimaksud adalah kesempatan untuk lepas dari rutinitas kerja dan beristirahat sejenak. Istrirahat bisa dalam bentuk cuti kerja dan pergi ke tempat yang tidak ada hubungan dengan pekerjaan. Menikmati suasana yang segar dan menyenangkan jiwa yang sudah lelah dalam rutinitas kerja.

Amsal juga menyebutkan sikap hidup yang sebaliknya, “Orang yang suka bersenang-senang akan kekurangan.” Jelas sikap hidup ini tidak mengikuti pola keseimbangan yang baik. “Suka bersenang-senang” yang berarti terus-menerus melakukan kesenangan tanpa batas; hidup foya-foya; membuang waktu, tenaga, pikiran, dan uang untuk kesenangan pribadi. Karena memiliki hati tidak pernah merasa puas, maka ia akan terus mencari kesenangan apa pun untuk dicapainya. Orang seperti ini sudah tidak memikirkan lagi bagaimana bekerja, apalagi bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Ketika bersenang-senang, kita pasti membutuh biaya yang tidak sedikit. Bayangkan jika hal itu ia lakukan terus-menerus, sedangkan ia tidak pernah mengurusi pekerjaannya dengan baik. Ia tidak pernah memikirkan bagaimana mendapatkan penghasilan yang cukup. Jangan heran jika suatu saat ia pasti akan mengalami kekurangan.

Sama halnya dengan orang yang “gemar minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya raya”.  Minyak merupakan simbol kepuasan, kenikmatan, sedangkan anggur merupalan simbol kehangatan dan pesta pora. Orang yang gemar artinya orang yang terus-menerus melakukan sesuatu, tidak bisa berhenti, seperti sudah “kecanduan”. Kecanduan dengan kenikmatan dan pesta pora sampai pada kemabukan setiap saat. Orang yang demikian takkan pernah menjadi kaya raya. Amsal mengingatkan kita semua agar kita mempunyai keseimbangan yang baik: ada waktu untuk bekerja dan ada waktu untuk beristirahat; ada waktu untuk berjerih lelah berusaha dan ada waktu untuk bersenang-senang, yang semuanya itu dilakukan dengan baik bersama Tuhan. Orang yang demikian akan menikmati berkat Tuhan dengan baik. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku bersyukur karena Engkau tidak pernah meninggalkanku. Engkau senantiasa melinpahkan berkat anugerah-Mu dalam hidupku. Pimpinlah aku supaya aku juga menjaga tubuh dan kesehatanku dalam bekerja, tidak terus-menerus kerja lembur sampai tidak ingat waktu. Ajarlah aku untuk menyediakan waktu bagi keluarga dan penyegaran baik rohani maupun jasmani.
  2. Tuhan, tolonglah kami sebagai gereja agar dapat memperlengkapi anggota jemaat untuk mempunyai pola hidup yang benar, mampu memperhatikan kehidupan jasmani maupun rohani. Mampukan kami bekerja dengan penuh tanggung jawab dan tak lupa memberikan waktu, baik bagi diri sendiri maupun keluarga. Mampukan kami untuk mempunyai waktu yang baik untuk melayani Tuhan, bukan waktu sisa atau ketika kami sudah kelelahan. Pimpinlah kami agar dapat memberikan motivasi dan menyambut panggilan pelayanan dengan benar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *