Renungan Berjalan bersama Tuhan

Jalan Terus

Jalan Terus

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Matius 28:16-20

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19). Itulah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus setelah Dia bangkit dari antara orang mati dan sebelum Dia naik ke surga. Perjumpaan antara Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya pasti membawa kesan tersendiri. Ya, setiap individu pasti memiliki kesan-kesan pribadi dengan Tuhannya. Baik itu Yohanes, Yakobus, Petrus, atau yang lain. Masing-masing memiliki kesan-kesan khusus yang dapat mendatangkan perasaan sukacita atau perasaan bersalah. Oleh karena itu, Tuhan Yesus terus-menerus mengakrabkan diri dengan murid-murid-Nya. Dia tahu bahwa waktu-Nya singkat sebelum Dia naik ke surga. Dan Tuhan Yesus memakai waktu yang singkat itu dengan sangat efektif. Keakraban itu dinyatakan dengan sesering mungkin bertemu dan juga makan bersama-sama dengan mereka.

Dalam  pertemuan yang singkat itu, Tuhan Yesus memberikan prinsip-prinsip hidup kepada mereka, yakni “Jalan Terus!” Apa pun yang terjadi dalam hidup ini harus terus dijalani. Hidup tidak bisa berhenti dan tidak berjalan di tempat. Hidup merupakan perjalanan yang terus maju sekalipun penuh dengan tantangan. Tuhan Yesus memberikan contoh yang konkret, yakni ketika Dia berada di Taman Getsemani. Ketika itu Dia menghadap ke Yerusalem dan melihat kota itu. Dia tahu apa yang akan terjadi di sana, tetapi Dia tidak lari dari kenyataan. Dia menghadapinya meskipun akan mati di kayu salib. Itulah hidup! Oleh sebab itu, Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya, “Pergilah!” Bukankah dalam hidup ini kita banyak pergi? Dari pagi hari kita sudah meninggalkan rumah untuk bekerja, bersekolah, berbelanja, atau sekadar berkunjung ke rumah teman. Bahkan ada yang bepergian ke tempat yang jauh dan menempuh perjalanan ratusan kilometer dalam sehari.  Dan seperti kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus juga memberikan pesan yang sama kepada kita, “Pergilah!” Pergi ke mana? Maksud-Nya tak lain adalah untuk menjadikan semua bangsa ini murid-Nya, membuat semua orang mengenal anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus. Semua bangsa berarti siapa saja? Lintas suku, bangsa, budaya, bahasa tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya. Itulah panggilan kita untuk membawa berita sukacita yang menyelamatkan semua manusia. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, berilah aku keberanian untuk terus melangkah maju sekalipun menghadapi kesulitan, tantangan, bahkan beban yang besar. Ajarlah aku untuk berani terus melangkah bersama dengan-Mu.
  2. Tuhan, ajarlah aku menerima sesamaku tanpa praduga negatif atau prasangka buruk. Ajarlah aku untuk menerima setiap orang sebagai saudara di dalam Tuhan karena mereka membutuhkan kasih-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *