Dalam pertemuan yang singkat itu, Tuhan Yesus memberikan prinsip-prinsip hidup kepada mereka, yakni “Jalan Terus!” Apa pun yang terjadi dalam hidup ini harus terus dijalani. Hidup tidak bisa berhenti dan tidak berjalan di tempat. Hidup merupakan perjalanan yang terus maju sekalipun penuh dengan tantangan. Tuhan Yesus memberikan contoh yang konkret, yakni ketika Dia berada di Taman Getsemani. Ketika itu Dia menghadap ke Yerusalem dan melihat kota itu. Dia tahu apa yang akan terjadi di sana, tetapi Dia tidak lari dari kenyataan. Dia menghadapinya meskipun akan mati di kayu salib. Itulah hidup! Oleh sebab itu, Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya, “Pergilah!” Bukankah dalam hidup ini kita banyak pergi? Dari pagi hari kita sudah meninggalkan rumah untuk bekerja, bersekolah, berbelanja, atau sekadar berkunjung ke rumah teman. Bahkan ada yang bepergian ke tempat yang jauh dan menempuh perjalanan ratusan kilometer dalam sehari. Dan seperti kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus juga memberikan pesan yang sama kepada kita, “Pergilah!” Pergi ke mana? Maksud-Nya tak lain adalah untuk menjadikan semua bangsa ini murid-Nya, membuat semua orang mengenal anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus. Semua bangsa berarti siapa saja? Lintas suku, bangsa, budaya, bahasa tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya. Itulah panggilan kita untuk membawa berita sukacita yang menyelamatkan semua manusia. Amin.
Jalan Terus
February 14, 2018