Dengan tenang Luther membawa semua gulungan kertas tersebut ke kamar tulisnya. Dengan tinta merah darah ia mencoret semua tulisan di atas gulungan kertas tersebut! Dengan suara penuh kemenangan ia berkata, “Darah Anak Domba Allah telah menghapuskan segala dosaku!” Iblis terkejut mendengar perkataan itu, lalu terbirit-birit melarikan diri!
Tidak ada lagi penghukuman. Tidak ada lagi hutang. Tidak ada lagi keputusasaan. Tidak ada pemisahan! Itu sungguh kabar yang mahapenting. Inilah jaminan kasih Allah yang luar biasa. Dengan demikian, setiap bangun pagi kita tidak perlu khawatir dengan suasana hati Allah pada hari itu. Setiap pagi Dia selalu Pengasih dan Penyayang. Dia tidak akan pernah berubah pikiran. Dia tidak akan pernah putus asa melihat kita. Allah tidak akan pernah berhenti mengasihi umat-Nya. “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (Mazmur 136). Namun, kita cenderung lupa akan janji tersebut saat mengalami tekanan hidup sehingga pemazmur mengulanginya. Ya, pemazmur mengulang-ulang kalimat itu. Coba, bukalah kitab Mazmur 136 dan hitunglah kalimat yang diulang. Sampai berapa kali? (jemaat: dua puluh enam kali). Betul, dua puluh enam kali! Oleh karena itu, mari kita baca jaminan kasih setia Allah ini dua puluh enam kali. Siap? (jemaat: siap). Oke, kita mulai baca sambil kita resapkan dalam hati kita, “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya… Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya… Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya…”