Renungan Berjalan bersama Tuhan

Jangan Marah kepada Si Jahat

Kita bisa menjadi marah jika ada orang jahat melukai yang benar, ada orang tidak baik mengerjai orang-orang yang benar. Seolah-olah dunia ini sudah tidak memiliki objektivitas sama sekali. Yang salah bisa berjalan dengan tenangnya, yang jahat sama sekali tidak takut dan khawatir dalam menjalani hidupnya, dan melakukan kejahatan dengan tenang, bahkan sangat menikmati hidup dengan penuh sukacita. Kadang kala kita sampai mempertanyakan situasi dan kondisi seperti itu kepada Tuhan, “Mengapa hal itu Tuhan izinkan?”, “Mengapa Tuhan tidak segera menghukum orang yang berbuat sangat jahat itu?”, “Mengapa mereka masih bisa berekreasi dengan tenang, bersukacita, bergembira ria dengan sahabat-sahabat mereka yang sama-sama penjahat?” Mereka bisa menikmati hidup dari hasil kejahatannya. Sepertinya tidak adil. Di lain pihak, orang yang benar, jujur, takut akan Tuhan, bekerja dengan penuh tanggung jawab, tidak menipu, tidak berbohong atau bersilat kata, hidupnya justru penuh dengan penderitaan. Namun, Amsal mengingatkan bahwa orang jahat, pelitanya tidak akan menyala selamanya! Tidak ada masa depan yang baik. Pelita itu akan padam, mati, dan binasa. Hanya orang-orang benar yang pasti dijaga oleh Tuhan. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *