Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kasih Antarkeluarga

Kasih Antarkeluarga

2 Samuel 9:1-13

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Sukacita dan dukacita bisa datang silih berganti dalam kehidupan kita. Adakalanya sukacita dapat berubah menjadi dukacita dalam waktu sekejap. Pengalaman suka dan duka tidak dapat kita hindari seturut dinamika kehidupan. Kehidupan yang penuh pasang surut bisa terjadi karena kita mempunyai pikiran, kehendak, emosi, dan nafsu. Belum lagi berbagai harapan yang kita inginkan dan cita-cita yang muluk dalam dunia kerja, rumah tangga, pelayanan, dan kehidupan bermasyarakat.

Aneka pasang-surut kehidupan diwarnai oleh relasi dengan orang lain. Kita belajar dari kisah nyata relasi antara Saul dan Daud. Pada awalnya, kedua pria pilihan Tuhan ini menjalin hubungan yang harmonis. Saul menyayangi Daud seperti anaknya sendiri. Daud pun menjalin persahabatan dengan Yonatan, anak Saul yang sebaya dengannya. Persahabatan terjadi begitu akrab, terbuka, saling menolong, dan menguatkan, bahkan mereka saling menyelamatkan jika salah satu dari antara mereka berada dalam bahaya atau ancaman. Ketika timbul konflik antara Daud dan Saul, hidup Daud seperti telur yang berada di ujung tanduk. Saul berencana membunuh daud. Syukurlah, dalam keadaan genting itu, Yonatan menyelamatkan Daud sehingga ia terlepas dari ancaman pembunuhan tersebut.

Tindakan Yonatan sangat berarti bagi Daud. Ia tak pernah melupakan kebaikan Yonatan karena Yonatan rela mengorbankan nyawanya demi Daud. Setelah Saul mati dan takhta kerajaan Israel diduduki oleh Daud, ternyata ia tidak menyalahgunakan jabatannya.Sebaliknya, Daud mencari semua keluarga Saul, bukan untuk ditangkap dan dihukum, melainkan untuk menyatakan belas kasihannya karena Yonatan. Ternyata kepahitan hidup dan luka hati Daud dapat dipulihkan berkat sosok Yonatan. Berkatalah Daud, “Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan” (2 Samuel 9:1). Daud teringat saat ia diancam oleh Saul. Dalam situasi sangat tertekan, Yonatan hadir sebagai sahabat yang memberikan jalan keluar baginya sekalipun ia adalah anak raja. Relasi yang dirajutnya dengan Yonatan menjadi kekuatan bagi Daud untuk menghadapi kondisi itu. Oleh karena itu, Daud tidak pernah melupakan seluruh keluarga Saul.

Kehidupan kasih antarkeluarga sangat dibutuhkan pada zaman sekarang. Pengalaman yang tidak menyenangkan kadang kala dapat dijembatani dengan kasih yang ditunjukkan oleh orang lain di dalam masing-masing keluarga. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku bersyukur karena dalam relasiku dengan orang lain, aku menemukan sahabat-sahabat yang menopangku pada masa-masa sulit. Jadikan aku seperti Yonatan, yang bisa menjembatani dua keluarga yang sedang berselisih. Biarlah kasih Tuhan senantiasa memelihara relasiku dengan para sahabat.
  2. Tuhan, pimpinlah kami agar mampu mengembangkan relasi yang harmonis dalam kehidupan berkeluarga sehingga relasi keluarga kami dengan keluarga lainnya dapat bertumbuh dengan sehat. Jadikanlah Persekutuan Antar Keluarga bertumbuh dengan sehat sehingga setiap keluarga dapat saling menolong, menguatkan, mengingatkan, dan mengasihi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *