Renungan Berjalan bersama Tuhan

Pentingnya Budaya

Pentingnya Budaya

1 Korintus 9:13-27

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Budaya adalah warisan turun-temurun yang melekat di dalam diri kita. Ada budaya yang luntur dimakan waktu dan kemajuan zaman, ada pula yang masih dipertahankan. Budaya menghormati orangtua, juga beragam. Ada yang dilakukan dengan cara cium lutut, cium tangan, ada pula yang menganggap orangtua seperti teman sebayanya. Demikian pula ragam budaya di kala duka. Biasanya ada tetua yang mengatur tata cara ritual acara duka. Seiring waktu, akhirnya kita cenderung melestarikan budaya tanpa mengerti maknanya. Kita hanya meneruskan apa yang dilakukan oleh orangtua, seperti robot saja.

Budaya yang sesungguhnya bukan sekadar kegiatan tanpa makna. Semua bentuk kegiatan itu mengandung nilai-nilai luhur yang disertai dengan nilai-nilai kepercayaan tertentu yang bersifat adikodrati, berkaitan dengan dunia lain. Unsur-unsur animisme sangat kuat dalam budaya-budaya tertentu. Inilah yang harus kita waspadai dan kenali dengan baik. Tujuan utama mengenali budaya adalah agar kita lebih mampu menghadirkan diri kita untuk menjadi berkat bagi orang lain. Menghadirkan diri untuk dapat diterima dengan baik tanpa ada konflik atau pertentangan antarbudaya. Selain itu, kita belajar untuk memilah-milah mana yang benar menurut iman Kristen dan mana yang tidak. Dengan demikian, kita bisa menempatkan diri dengan baik, seperti yang dilakukan oleh Paulus dalam tulisannya kepada jemaat di Korintus (1 Korintus 9:20-22). Baginya, segala budaya penting untuk dipelajari sebagai alat berkomunikasi dan cara menempatkan diri yang baik agar tidak ditolak oleh lingkungan tersebut. Budaya dipelajari sebagai kendaraan untuk bisa diterima semua kalangan tanpa mencampuradukkannya dengan kebenaran iman Kriten. Paulus menandaskan, “Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang” (ayat 19). Dengan demikian, pelayanannya semakin berkembang dan banyak jiwa diselamatkan. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku untuk mengenal budaya-budaya yang ada di sekitarku dengan baik. Jauhkan aku dari sikap praduga dan menghakimi karena budaya itu muncul dari tantangan masyarakat atau lingkungan orang-orang tertentu yang tidak aku kenal. Jauhkan aku dari anggapan bahwa budayakulah yang paling baik. Tetapi seperti halnya Paulus, ajarlah aku mengerti, mempelajari, dan mengenal orang lain dengan lebih baik.
  2. Tuhan, tolonglah kami sebagai gereja yang terbentuk dari beragam budaya yang dianut jemaat, dapat mengusahakan perdamaian antarbudaya. Biarlah gereja bisa menerima semua budaya dengan baik sesuai kebenaran firman Tuhan. Kami rindu untuk menjunjung tinggi kebenaran firman-Mu di atas segala budaya sehingga tidak terjadi kompromi-kompromi yang mengakibatkan adanya sinkretisme iman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *